Bupati Lotim Terima Kunjungan Wali Kota Jambi, Saling Tukar Trik Dongkrak PAD dari Sektor Wisata
LITIM LOMBOKita – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menerima kunjungan kerja Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, di Pendopo Bupati, Selasa (22/9). Kunjungan ini menjadi ajang saling tukar pengalaman dalam mengembangkan pariwisata dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah efisiensi anggaran pusat.
Atas nama pribadi, pemerintah dan seluruh masyarakat Lombok Timur, Bupati menyampaikan selamat datang di Bumi Patuh Karya. Ia menyebut kehadiran Wali Kota Jambi merupakan kehormatan karena Kota Jambi dinilai berhasil dalam memimpin dan memiliki potensi besar.
“Saya tidak katakan studi banding, sebab tidak bisa dibandingkan Kota Jambi dengan Kabupaten Lombok Timur. Jambi lebih maju,” ujar Haerul Warisin.
Bupati memaparkan, Lombok Timur merupakan kabupaten terluas di Pulau Lombok dengan potensi alam lengkap, mulai dari Gunung Rinjani yang berapi hingga pantai di selatan. Di balik bahaya gunung berapi, terkandung hikmah berupa melimpahnya material galian C berupa pasir dan batu yang tersebar di beberapa kecamatan.
Di sektor pariwisata, kawasan Sembalun di utara dengan hawa dingin dan pemandangan Rinjani menjadi andalan, sementara di selatan terdapat hotel-hotel mewah di kawasan pesisir. Bahkan tahun ini akan dibangun hotel megah dengan 40 kamar.
“Potensi lain PDRB kami tertinggi masih di pertanian, terutama dari DBH CHT. Ini karena petani kami menanam tembakau Virginia yang bibitnya dari Virginia, dibawa perusahaan dari Jawa. Dulu sebelum efisiensi kita dapat Rp102 miliar dari DBH CHT, sekarang sisa Rp50 miliar,” jelasnya.
Bupati mengakui, untuk mengelola pariwisata harus dengan tangan besi dan inovasi. Ia mencontohkan kebijakan menjaga wisatawan agar menginap di Lotim dengan pengawalan TNI, Polri dan Pol PP.
Sementara itu, Wali Kota Jambi, Maulana, mengaku sengaja memilih Lombok Timur karena melihat tren positif PAD pariwisata yang naik dari 300, 400 hingga 500 miliar. Ia ingin belajar pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan wisata.
“Kami hadir ingin belajar dan berdiskusi berkaitan dengan pengembangan pariwisata. Karena saya melihat tren yang positif dari PAD saja naik signifikan. Di era efisiensi ini adalah keniscayaan pimpinan daerah harus mampu berinovasi untuk meningkatkan PAD,” kata Maulana.
Ia memaparkan program unggulan Kota Jambi yakni Kampung Bahagia, di mana setiap RT dari total 1.650 RT diberikan dana pembangunan Rp100 juta per RT yang dikerjakan gotong royong. Tahap pertama sudah berjalan 795 RT fokus pada kebersihan dengan sistem OPBM, pengambilan sampah rumah ke rumah menggunakan gerobak motor, dipilah di recycling center kecamatan.
“Program ini mendapat penghargaan best 1 tata kelola sampah dari Mendagri dengan hadiah Rp1 miliar,” ujarnya.
Selain itu setiap RT juga dipasang CCTV terintegrasi untuk keamanan.
Untuk PAD, Kota Jambi hingga Agustus 2025 sudah mencapai Rp711 miliar, naik 35%, dengan total APBD Rp2 triliun yang untuk pertama kali melampaui target meski transfer pusat dipotong Rp240 miliar.
“Tahun depan tema besar kami adalah pengembangan kampung wisata. Jadi dana Rp100 juta per RT itu dikemas untuk membangun infrastruktur yang mendukung pariwisata. Karena itu kami melihat di Lombok Timur pemberdayaan masyarakat dalam konteks pengembangan kepariwisataan itu yang baik, tumbuh dari komunitas,” jelasnya.
Maulana juga mengundang Bupati Lombok Timur untuk hadir di Kota Jambi yang akan menjadi tuan rumah Kabupaten/Kota Sehat se-Indonesia pada 26-28 Oktober 2025, yang rencananya akan dihadiri Menko PMK, Mensesneg dan Presiden untuk meresmikan Sekolah Rakyat, serta mengajak city tour ke Candi Muaro Jambi seluas 4.000 hektar yang merupakan perguruan tinggi terbesar di dunia abad ke-7.
