Bupati Iron Ingatkan Kepsek Penerima Revitalisasi: Jangan Kaget Pegang uang Miliar, Harus Transparan dan Akuntabel

Keterangan foto: Bupati Lotim H Haerul Warisin

LOTIM LOMBOKita – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menggelar silaturahmi perdana dengan ratusan Kepala Sekolah penerima program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Dikbud, M Nurul Wathoni Sekretaris Dinas, para Kepala Bidang, serta Kepala Sekolah se-Kabupaten Lombok Timur.di pendopo Bupati, Senin (21/9).

Bupati yang akrab disapa Haji Iron ini menegaskan, program revitalisasi merupakan skema baru yang berbeda dari pola pembangunan biasanya.

“Kalau berbicara mengenai revitalisasi, ini merupakan program baru bagi rekan-rekan kepala sekolah. Biasanya program pembangunan itu masuk lewat APBD, Tetapi saat ini program revitalisasi itu langsung masuk kepada satuan pendidikan, dalam bentuk rekening yang ada di satuan pendidikan dan nominalnya disebut dengan nama swakelola,” ujarnya.

Menurutnya, sistem swakelola bukan barang baru, namun baru diterapkan secara masif di sekolah. Ia pun mengingatkan adanya kasus sekolah di daerah lain yang mendapat bantuan hingga Rp1 miliar lebih namun gagap dalam pengelolaan.

“Ada salah satu lembaga yang diberikan satu lokasi Rp1 miliar, bahkan ada yang lebih Rp1 miliar. Rupanya lembaga ini kaget. Ini uang banyak, sehingga mereka tidak memiliki perencanaan yang bagus. Tidak memiliki bagaimana cara mengelola anggaran dengan baik. Secara administrasi juga tidak paham, secara penganggaran juga tidak paham. Yang paling dia pahami adalah cara menggunakan. Sehingga banyak terjadi masalah,” ungkapnya.

Bupati tidak ingin hal itu terjadi di Lombok Timur. Karena itu ia menekankan tiga pilar penting dalam pengelolaan anggaran revitalisasi. Yaitu Semua proses harus terbuka dan sesuai ketentuan. Jangan ada pengelolaan tertutup apalagi menyembunyikan informasi.

“Makanya tagline Lombok Timur SMART itu, karena di situ ada transparan, ada keterbukaan. Apapun yang kita kelola, ketika kita membuka persoalannya kepada siapa pun yang ada di lingkungan kita, insya Allah aman,” tegasnya.

selaian itu akuntabel., Setiap penggunaan anggaran harus memiliki dasar, bukti, dan pertanggungjawaban yang jelas, mulai dari perencanaan, volume, hingga spesifikasi.

“Sekolah Anda bagus, keren, bangunannya megah, tapi Anda tidak punya administrasinya, tidak punya buktinya. Ketika ditanya, tidak bisa jawab. Jadi bukti ini akan menjadi pertanggungjawaban Anda ketika nanti diperiksa,” ujarnya.

dan Bupati Iron mengingatkan juga untuk berhati-hati.. kepala sekolah tidak takut memegang anggaran besar hingga Rp2 miliar, Rp3 miliar bahkan Rp5 miliar, namun harus ekstra hati-hati terhadap pihak-pihak yang menjanjikan bisa mengatur proyek.

“Jangan pernah mau menandatangani dokumen yang tidak dipahami. Baca, pelajari, tanyakan, pastikan kebenarannya. Jangan nanti datang TU, datang siapa bawa nota semen, langsung tanda tangan saja tanpa dilihat,” ingatnya.

Ia juga menegaskan, revitalisasi akan diawasi ketat oleh Inspektorat, BPKP, BPK, hingga Kejaksaan.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengungkap lonjakan jumlah penerima revitalisasi di Lombok Timur. Jika pada tahun 2025 hanya 60 lembaga yang mendapat revitalisasi hasil ikhtiar pemerintahan sebelumnya, maka pada tahun 2026 ini jumlahnya melonjak menjadi 241 satuan pendidikan.

“Kenapa bisa sampai 241? Tahun 2025 itu adalah tahun ikhtiar. Bolak-balik Jakarta. Sampai orang bilang Bupati ada istrinya di Jakarta. Tahun 2025 kita efisiensi Rp400 miliar lebih, tapi kita tidak mau patah semangat. Kita harus ke Pusat, ke kementerian-kementerian, karena di situ ada uangnya,” kata Haji Iron.

Ia mencontohkan keberhasilan ikhtiar tersebut tidak hanya pada sektor pendidikan, tetapi juga infrastruktur jalan. Pembangunan jalan senilai Rp250 miliar hingga jalan pemotong Kotaraja yang dikira menggunakan APBD, sesungguhnya merupakan bantuan pemerintah pusat hasil lobi ke DPR RI dan kementerian.

“Jangan Anda menganggap pembangunan jalan Kotaraja itu uangnya Lombok Timur, tidak. Itu uang Pusat. Itu hasil usaha kita, hasil komunikasi kita dengan DPR RI maupun kementerian. Sama dengan revitalisasi sekarang ini. Dan sebentar lagi Masbagik, Suela, Lenek, Montong Gading juga akan dibangun jalan seperti pemotong Kotaraja oleh Pusat,” pungkasnya.