Bupati Banyumas Kagum, Seribu Hanoman Menari di “Kendalisada Art Festival”

LOMBOKita – Sekitar 1.000 Hanoman (sosok kera berwarna putih) yang diperankan oleh warga Desa Kaliori dan sekitarnya, di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah tampil pada ajang “Kendalisada Art Festival”.

Dalam kegiatan yang digelar di Lapangan Garuda, Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Minggu siang, sebanyak 1.000 Hanoman itu menari secara massal yang dilanjutkan dengan kirab menuju Petilasan Hanoman di Kompleks Bumi Perkemahan Kendalisada, Bukit Tunggangan berjarak sekitar 1,5 kilometer.

Sebelum kirab dimulai, dilakukan penyerahan gada oleh Bupati Banyumas Achmad Husein kepada salah seorang pemeran sosok Hanoman yang didaulat sebagai pemimpin barisan.

Selain iring-iringan Hanoman, dalam kirab tersebut juga terdapat barisan pembawa gunungan dan musik kentongan.

Sepanjang perjalanan menuju Petilasan Hanoman atau Kendalisada, para pemeran sosok Hanoman yang mengikuti kirab diminta menampilkan atraksi karena ada penilaian yang dilakukan oleh juri secara tersebunyi.

Sesampainya di Kendalisada, setiap regu Hanoman dipersilakan tampil selama tiga menit untuk unjuk kebolehan.

Saat membuka Festival 1.000 Hanoman yang menjadi bagian dari ajang “Kendalisada Art Festival” itu, Bupati Banyumas Achmad Husein mengaku kagum dan siap mendukung kegiatan tersebut ke depan.

“Ini unik, luar biasa idenya, baru pertama kali. Tadi saya sempat tanya, ini ide siapa, jawabannya ide bareng-bareng,” katanya lagi.

Ia mengharapkan melalui kegiatan tersebut, wacana Desa Kaliori menjadi desa wisata dapat terwujud.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Banyumas akan mendukung kegiatan tersebut ke depan dan tidak akan mengambil alih penyelenggaraannya.

“Ini milik Kaliori, harus tetap menjadi milik Kaliori. Ini nilai seninya tinggi, mudah-mudahan menjadi ajang seni yang besar di Banyumas,” katanya pula.

Dalam kesempatan terpisah, inisiator kegiatan Didi Rudianto mengatakan “Kendalisada Art Festival” digelar selama tujuh hari, yakni 22-28 September 2017 dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1439 Hijriah.

Menurut dia, dipilih Hanoman sebagai ikon kegiatan karena tokoh tersebut merupakan sosok yang dikeramatkan di Kaliori.

Bahkan di Desa Kaliori, kata dia, terdapat tempat yang diyakini sebagai petilasan (bekas peninggalan) Hanoman yang berlokasi di Kendalisada.

“Karena itu, kami ingin mengangkatnya sebagai upaya melestarikan budaya,” kata anggota DPRD Kabupaten Banyumas itu pula.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pemeran sosok Hanoman merupakan warga Desa Kaliori dan beberapa desa tetangga.

Menurutnya, setiap rukun tetangga (RT) di Desa Kaliori wajib mengirimkan lima orang perwakilan yang memerankan sosok Hanoman.

“Di Desa Kaliori terdapat 113 RT, sehingga ada 565 Hanoman ditambah dari desa-desa tetangga. Jadi ada sekitar 1.000 Hanoman,” katanya lagi.