Buntut Beredarnya Video Ujaran Kebencian, Ribuan Jamaah Almagfurullah TGH L Ali Batu, Demo ke Kantor Bupati
LOTIM LOMBOKita- Ribuan murid TGH L Ali Batu Sakra, melakukan aksi demo ke kantor Bupati Lotim, buntut dari beredarnya video pernyataan salah seorang ustadz dari kelompok Assunnah Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), yang bernada penghinaan dan bermotif ujaran kebencian terhadap beberapa makam tokoh kharismatik dan karomah di Pulau Lombok, memancing reaksi kemarahan umat.
Dalam cermah Ustad Mirzan Qudsiyah ini, menyinggung keberadaan makam almagfurullah TGH. L Ali Batu, salah seorang tokoh Tarekat Nasyabandiah ini, memadati ruas jalan Kota Selong.
Aksi ribuan jamaah almagfurllah TGH. L Ali Batu ini menggelar aksi, menuntut agar oknum yang telah melukai suasana bathin sebagian besar umat Islam Lombok itu, agar diadili.
Tak hanya itu, massa juga menuntut pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menutup aktivitas kelompok yang diduga aliran Wahabi berkedok Assunnah tersebut.
Aksi massa diterima langsung oleh Bupati Lombok Timur HM. Sukiman Azmy, Wakil Bupati H. Rumaksi Sj, Sekda Lotim, HM. Juaini Taopik; Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono; dan Dandim 1615/Lotim, Letkol Inf Amin M Said.
Bupati Lotim HM. Sukiman Azmy dihadapan para pendemo mengatakan, kalau dirinya pernah membaca literatur tentang sejarah TGH. L Ali Batu, yang merupakan ulama tersohor bagian selatan waktu itu.
Menurutnya, abad 18 lalu,sebuah peristiwa besar, dimana saat ulama pemersatu masyarakat Sasak itu pergi menunaikan ibadah haji.
Setibanya di daratan negeri Mesir terjadi badai yang sangat dahsyat, sementara ulama pemilik nama Abdurrahman Ali itu harus menyeberangi lembah sungai Nil yang terkenal sangat luas.
Diluar nalar manusia biasa, konon sebagian besar pohon besar tumbang. Dengan iradah Allah SWT, pohon-pohon itu berjejer hingga ke tepian sebelah sungai Nil. Ali Batu menyeberang berjalan kaki di atas deretan pohon.
Ditengah perjalanan menyeberangi sungai yang disebut dalam Al-Qur’an itu, dengan rasa penasaran Ali Batu mencoba mencelupkan ujung jarinya di air sungai yang membelah bumi Mesir itu.
Peristiwa yang tak dapat dikaji secara ilmiah, tiba-tiba ujung jarinya berwujud kristal dan berubah menjadi batu.
‘’Inilah sejarahnya sehingga beliau dijuluki Ali Batu,’’ ucapp Bupati Sukiman seraya menyatakan sebagai bukti karomah dari seorang ulama besar.
Kebesaran lain yang dimiliki Ali Batu, lanjut Bupati Sukiman, sejarah mencatat bahwa di zaman penjajahan Belanda, Ali Batu mampu mempersatukan umat dari kelas kaum bangsawan hingga jajar karang untuk bersatu melawan kaum kolonial. Karenanya, Bupati Sukiman meminta masyarakat untuk ‘’baca sejarah’’, agar tidak berkata aneh-aneh.
‘’Orang yang berkata aneh-aneh itu adalah orang yang tak membaca sejarah. Kebesaran dan karomah Ali Batu tak diragukan lagi,’’ tegas Sukiman.
Untuk itu, sebagai penghargaan pemerintah Kabupaten Lombok Timur atas jasa-jasa Ali Batu, tahun 2022 ini pihaknya akan merenovasi makam Almagfurullah TGH. Ali Batu di Makam Batu Bangke Sakra.
Dihadapan massa pendemo, Sukiman juga menyatakan “mengecam keras” ulah Ustadz Mizan Qudsiyah atas pernyataan kontroversial dan memecah belah umat.
Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono juga mengatakan dihadapan pendemo, kasus ujaran kebencian ini, yang dilakukan ustas MQ proses hukum sedang berjalan.
“Proses hukum terhadap Ustad MQ yang diduga telah menebar ujaran kebencian sedang berjalan,” katanya.
Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengawal proses hukum atas peristiwa yang telah melukai hati warga Sasak itu.
Aksi ditutup dengan penandatanganan petisi yang berisi kecaman terhadap pelaku pembuat konten ujaran kebencian. Selain itu juga berisi kesepakatan tindakan tegas terhadap oknum pelaku.
