Efesiensi Anggaran,Speaker Kampung di Lotim Kampanyekan Irigasi Tetes
LOTIM LOMBOKita – Keterbatasan anggaran pembangunan pertanian di tengah dominasi lahan kering yang mencapai lebih dari 70 persen di Kecamatan Suela, Lombok Timur, mendorong lahirnya terobosan baru.
Speaker Kampung melalui jurnalis warga dan konten kreator setempat mulai mengkampanyekan sistem irigasi tetes sebagai solusi konkret untuk mengubah lahan tidak produktif menjadi lumbung pangan hijau.
Ketua Yayasan Speaker Kampung, Hajad Guna Roasmadi, menilai bahwa irigasi tetes menawarkan efektivitas biaya yang jauh lebih rendah. “Kita tidak bisa terus bergantung pada musim hujan atau menunggu anggaran besar untuk irigasi mahal.
Irigasi tetes adalah jawaban. Ini adalah ekonomi hijau yang sesungguhnya, menghemat air, meningkatkan produktivitas, dan yang terpenting, sangat efisien dari sisi biaya operasional,” kata Eros, sapaan akrabnya.
Sistem irigasi tetes hanya membutuhkan modal awal yang relatif terjangkau, seperti selang berlubang, tandon atau derigen, serta pemanfaatan reservoir air hujan. Secara teknis, sistem ini menyalurkan air langsung ke akar tanaman, terbukti mampu mengurangi konsumsi air hingga 50 persen lebih dibandingkan sistem konvensional.
Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur melalui Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Zukiadi, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam melakukan efisiensi dan efektivitas program. “Kami apresiasi langkah Speaker Kampung yang proaktif mengedukasi petani. Ini sejalan dengan visi kabupaten dalam mempercepat adopsi teknologi pertanian adaptif perubahan iklim,” ujarnya.
