Ada Rencana Pungutan Dana, Orang Tua Wali Protes Mts Negeri Model Selong
LOMBOKita – Sejumlah orang tua wali murid kelas IX Mts Negeri Model Selong memprotes pihak sekolah. Terkait dengan rencana pihak sekolah dan komite yang akan melakukan penarikan sejumlah uang dari siswa untuk kebutuhan pemantapan dalam rangka persiapan ujian nasional.
” Kami para orang tua mempertanyakan mengenai masalah rencana penarikan uang dari siswa kelas IX yang mencapai ratusan ribu tersebut,” kata para orang tua wali kepada media ini.
Para orang tua meminta sebaiknya penarikan sejumlah uang dengan alasan untuk persiapan menghadapi ujian nasional tahun depan tersebut tidak dilakukan. Apalagi dengan adanya dana bos yang sudah dianggarkan untuk penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
Selain itu juga orang tua wali mengingatkan kepada pihak sekolah dan komite untuk berhati-hati dalam melakukan pemungutan uang kepada siswa.
Apalagi sampai memberatkan,karena dikhawatirkan akan mengarahkan kepada pungli,karena syarat dikatakan pungli itu sudah jelas yakni nilai pungutan ditentukan dan batas waktunya.
” Kalau dipaksakan terus penarikan uang oleh pihak sekolah dan komite maka takutnya masuk dalam ranah pungli,” ujar orang tua wali murid.
Ditempat terpisah Kepala Mts Negeri Model Selong, Maslun saat dikonfirmasi mengaku masalah rencana penarikan uang dari siswa kelas IX untuk persiapan menghadapi ujian nasional tersebut merupakan urusan pihak komite sekolah.
Sementara pihak sekolah tidak terlibat didalamnya, melainkan melakukan konsultasi dengan pihak komite mengenai masalah yang ada dalam rangka mendukung kegiatan Madrasah.
” Pihak komite dengan orang tua wali yang rapat mengenai masalah itu,sedangkan hasilnya pihak sekolah belum tahu,” tegas Maslun.
Ia menjelaskan pihak sekolah sampai saat ini tidak pernah melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada siswa. Apalagi dengan adanya tim saber pungli, sehingga itu yang kami khawatirkan.
Namun yang jelas dalam rangka untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu di sekolah. Maka tentunya berbagai langkah dan upaya dilakukan agar tetap terjaga, karena dana BOS itu tidak bisa diganggu gugat dengan posnya sudah jelas.
” pihaknya melalui komite hanya menawarkan saja, kalau memang disetujui oleh komite dengan orang tua wali akan kita lakukan sesuai dengan kemampuan,sedangkan kalau tidak tentu kami serahkan ke komite dan wali,” tegasnya.
Oleh karena itu, lanjut Maslun,berbicara masalah mutu dan pemantapan anak didik dalam menghadapi ujian nasional nantinya. Maka tentu buka tugas pihak sekolah saja,akan tapi komite,wali,pemerintah dan steakholder yang ada.
Akan tapi yang pasti berkaitan dengan masalah rencana pungutan atau penarikan uang dari siswa untuk pemantapan menghadapi ujian adalah dibawah koordinasi dengan komite sekolah.
“Untuk lebih jelasnya masalah ini silahkan menghubungi Ketua Komite saja,” pintanya.
Ketua Komite Sekolah Mts Negeri Model Selong, Tanwir saat dikonfirmasi ke rumahnya tidak berada di tempat menurut pekerjanya kalau yang bersangkutan sedang keluar.
” Bapak barusan saja keluar,” ujar pekerjanya.
Kemudian Kepala Kantor Kementerian Agama Lotim, H.Azharudin saat dikonfirmasi melalui via ponselnya mengatakan kalau pihaknya sedang ada rapat. ” Saya sedang rapat,” ujarnya singkat sambil mematikan Hand phonenya.
Keterangan Foto Kasek Mts Negeri Model Selong, Maslun.
