Sidak KEK Mandalika, TGB Berjalan Kaki Tinjau Lokasi

LOMBOKita – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan TGB ini didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Gita Aryadi dan Kepala Biro Humas Protokol Setda Provinsi, sejumlah pejabat pemerintah provinsi NTB dan diterima sejumlah pejabat ITDC.

“Pak Gubernur hanya datang meninjau progress pengerjaan KEK Mandalika Lombok, dan kami sudah sampaikan secara langsung saat itu juga,” kata Deputi Project Director ITDC Adi Sujono Prawoto dikonfirmasi Lombokita.com, Sabtu (14/10/2017).

Menurut Adi Sujono yang menerima kunjungan Gubernur pada Jumat (13/10/2017) itu, rombongan Gubernur langsung menuju Masjid Nurul Bilad di kawasan Mandalika Lombok dan menanyakan progress pengerjaan hingga saat ini.

Adi Sujono Prawoto menjelaskan, pengerjaan Masjid Nurul Bilad sampai saat ini sudah mencapai 98 persen, dan pengerjaan penataan infrastruktur di KEK Mandalika baru mencapai 48,7 persen.

Didampingi sejumlah pejabat ITDC, TGB berjalan kaki melakukan peninjauan mulai dari area masjid yang bangun diatas lahan seluas 8 hektar dan biaya sekitar Rp38 miliar, Gubernur TGB dengan serius memperhatikan kualitas konstruksi serta berbagai fasilitas yang dibangun, baik interior maupun fasilitas pendukung lainnya.

Selanjutnya berjalan kaki sepanjang 1,5 Km untuk meninjau pembangunan infastruktur dasar, seperti akses jalan, saluran drainase, listrik air, area parkir dan akses pengamanan.

Dari laman resmi Humas Pemprov NTB, termasuk yang ditanyakan Gubernur adalah fasilitas publik, apa saja yang disediakan untuk dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis, serta lokasinya di mana saja.

Gubernur menyarankan agar area KEK Mandalika bebas dari kendaraan bermotor dan kendaraan umum. Kendaraan para tamu dan wisatawan cukup parkir di luar. Sedangkan ke dalam kawasan, dengan jalan kaki atau menggunakan alat angkut tanpa kendaraan bermotor, seperti sepeda gunung, mobil listrik dan lain-lain. Hal itu selain untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan, juga untuk menghindari polusi dan kesemrawutan.