Dispar Mataram Bangun Arena Pertunjukan Peresean
LOMBOKita – Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, membangun arena pertunjukan pertandingan peresean di areal Tugu Bumi Gora, Jalan Udayana.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib di Mataram, Jumat mengatakan pembangunan arena persean saat ini merupakan tahap kedua, yakni pembangunan tribune.
“Kapasitan tribune yang kami bangun ini ratusan, dan proses pembangunannya sudah hampir rampung dengan anggaran sekitar Rp100 juta,” ujarnya.
Peresean merupakan pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras digunakan sebagai perisai atau disebut “ende”.
Latif menargetkan area pertunjukan peresean tersebut bisa dimanfaatkan pada saat pelaksanakan kegiatan Festival Mataram pada tanggal 25-28 Oktober 2017.
Menurutnya, arena peresean yang dibangun itu merupakan arena untuk kegiatan pertunjukan bukan pertandingan, sebab arealnya tidak terlalu luas.
“Karena itulah kami membangun tribune untuk para tamu atau wisatawan yang ingin menyaksikan atraksi peresean, bukan pertandingan terbuka,” katanya.
Setelah area tersebut rampung, katanya, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan para budayawan dan pepadu untuk menyusun agenda kegiatan peresean secara rutin.
Dengan demikian, baik wisatawan maupun masyarakat secara umum yang ingin menonton persean bisa dengan mudah mengetahui waktu pelaksanaanya.
Menyinggung tentang adanya perbedaan pendapat tentang atraksi peresean yang terkesan keras dan dilarang mempertontonkannya kepada anak-anak.
Latif menyebutkan bahwa persean tidak hanya sebuah permaian tradisional semata tapi peresean merupakan salah satu olah raga tradisional dan memberikan edukasi serta pesan moral seni tradisi yang harus dilestarikan.
“Peresean bahkan sudah memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Kalau kita mau mengupas masalah peresean ceritanya panjang,” katanya menutup pembicaraan.
