PolMark Klarifikasi Hasil Survei Palsu Pilkada NTB

Ilustrasi hasil survei

LOMBOKita – Lembaga Survei Polmark mengklarifikasi beredarnya hasil survei terkait persaingan para bakal calon yang akan bertarung pada pilkada serentak di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2018 mendatang.

Hasil survei yang beredar itu menampilkan data elektabilitas tokoh potensial calon Gubernur NTB yang digolongkan menjadi papan atas (tiga besar) dengan perolehan diatas 10 persen, papan tengah dengan perolehan diatas 5 persen dan papan bawah dengan perolehan kurang dari 5 persen.

Tokoh potensial calon gubernur NTB yang beredar itu antara lain:
Papan Atas diaraih: 1. Ahyar Abduh (15,8%), 2. Muh. Suhaili FT (15,3%), 3. Ali Bin Dachlan (12,8%). Adapun posisi papan tengah dengan perolehan suara di atas 5% diraih oleh: 4. Farouk Muhammad (5,9%), 5. Siti Rohmi Djalilah (5,5%). Dan urutan berikutnya dengan peroleh suara di bawah 5% yaitu: 6. Zulkifli Muhadi (1,8%), 7. Zulkieflimansyah (1,0%), 8. Lalu Rudy Irham Srigede (0,3%).

Menariknya, ketika masuk ke simulasi pasangan ditemukan hasil pasangan dengan elektabilitas tertinggi ada pada Farouk Muhammad-Siti Rohmi (8,7%), disusul Ahyar Abduh dengan pasangannya (8,5%), Ali BD dengan pasangannya (7,8%), Suhaili dengan pasangannya (6,8%) dengan undecided voters sebesar 62.2%. Bahkan, dalam simulasi bergantian pasangan calon, ternyata pasangan Farouk-Rohmi memiliki magnet elektoral yang tertinggi dibandingkan lainnya.

Dikonfirmasi terkait hasil survei itu, Direktur Riset PolMark Indonesia, Eko Bambang Subiantoro secara tegas membantah itu hasil survei yang dikeluarkan lembaga yang dipimpin Eep Saefulloh Fatah itu.

“Itu salah. Hasil survei itu palsu. PolMark Indonesia tidak pernah merilis hasil survei,” tegas Eko Bambang Subiantoro kepada Lombokita.com melalui pesan singkat, Jumat (22/9/2017).

Eko Bambang menyebutkan, rilis hasil survei yang beredar itu disebar oleh pihak lain tanpa sepengetahuan dari PolMark.

“PolMark hanya memberikan hasil survei kepada pihak klien terkait, bukan kepada publik,” kata Eko Bambang.