Tarif Masuk Pantai Pink Mahal, Fasilitas Minim
LOMBOKita – Tarif masuk kawasan wisata pantai pink di wilayah Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dianggap terlalu mahal.
“Harga tiket masuk dan parkir terlalu mahal, sementara sarana dan fasilitas masih sangat minim,” tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD Lombok Timur Safrudin dikonfirmasi wartawan di kantornya.
Tarif mahal itu, kata dia, tidak hanya untuk wisatawan asing tetapi juga para pengunjung lokal.
“Terus terang kami merasa sangat malu melihat biaya masuk yang terlalu tinggi itu, tetapi tidak sebanding dengan fasilitas yang disediakan,” tandas Safrudin.
Ia meminta kepada pihak Dinas Pariwisata NTB bersama pihak KPH Rinjani Timur selaku pengelola mempertimbangkan berbagai aspek yang ada sebelum memberlakukan tarif masuk di obyek wisata yang berada di kawasan Tanjung Ringgit itu.
“Infrastruktur jalan saja masih hancur, biaya mahal, fasilitas kurang. Lantas apa yang dibanggakan? Bisa-bisa wisatawan malah enggan dan melupakan pantai pink itu,” tegas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lombok Timur ini.
Safrudin menyontohkan beberapa obyek wisata di luar daerah seperti Bali, fasilitas memuaskan dan tarif masuk murah dan terjangkau masyarakat.
Safrudin menyarankan agar pengelola obyek wisata pantai pink segera menyesuaikan tarif, dari harga Rp50 ribu untuk wisatawan asing diturunkan menjadi Rp20 ribu, dan tarif Rp10 ribu untuk wisatawan lokal diturunkan menjadi Rp5000.
“Besok kalau sarana pendukung maupun fasilitas sudah lengkap, tidak apa-apa dinaikkan. Kondisi sekarang kan cuma ada pantai, kenapa harus mahal?,” protes Safrudin.
