Gara gara Retribusi MBLB Naik,Sopir Dum Aksi di Perbatasan Jenggik Lotim
LOTIM LOMBOKita – Gara gara retribusi Puluhan sopir dum truk Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) dinaikkan, puluhan sopir dum truk di pos Jenggik,Kecamatan Terara,Rabu (15|2) lalu.
Aksi puluhan sopir ini mendapat pengamanan dan pengawalan dari pihak Polri DLLA, dan sempat mengganggu arus laku lintas,
” Aksi ini benruk protes para sopir terhadap Pemda Lotim terkait penarikan retribusi sebesar Rp. 15.000,- / kubik menjadi sebesar Rp 36.000 perkubik, yang dianggap memberatkan para sopir,” ungkap Kordinator aksi sopir dum truck, Zukifli
Menurutnya, harga jual material ke masyarakat tidak mengalami perubahan atau kenaikan, hal ini yang membuat para sopir keberatan.
Tidak itu saja, dirinya menyorot tidak adanya kejelasan aliran uang retribusi tersebut, karena saat penyerahan uang tidak diberikannya bukti penarikan retribusi oleh petugas, sehingga para sopir hal itu di nilai sebagai pungli
” Kami protes retribusi MBLB dinaikkan,karena dianggap memberatkan,kemudian kemana arah pungutan itu kan harus jelas,” kata Zukifli.
Sementara itu, Kabid Retribusi dan Pajak Bapenda Lotim, Supriadi yang menerima perwakilan massa aksi mengatakan adanya biaya retribusi sebesar Rp 36 ribu masih dalam pembahasan karena belum ada keputusan,sedangkan untuk penarikan retribusi masih tetap berjalan seperti biasa.
” Belum adanya keputusan resmi mengenai penarikan retribusi MBLB,” terangnya.
Setelah mendengar penjelasan pihak Bapenda Lotim, kemudian sopir dum truck bubar dengan berjanji akan kembali melakukan aksi kalau ada kenaikan retribusi MBLB.
Kapolsek Terara,AKP Lalu Jaharuddin meminta kepada sopir dum truck agar melaporkan kepada kami kalau melakukan aksi dengan tujuan agar kita bisa amankan dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.
” Kedepan harus ada surat pemberitahuan agar kami memberikan pengamanan,” tandasnya.
