Tauhid: Penggabungan Dua Sekolah Dasar di Kopang Perlu Kajian Mendalam
LOMBOKita – Polemik masalah penggabungan antara SDN 1 dengan SDN 3 Kopang kian menghangat. Bahkan polemik ini menjadi “buah bibir” masyarakat Kopang.
Sehingga sejumlah aktor di lembaga legislatif turut bersuara. Mereka bahkan terang dan jelas menentang adanya penghapusan (merger) SDN 3 Kopang dan siswanya bergabung dengan SDN 1 Kopang yang eks lahannya dimanfaatkan untuk perluasan aktivitas pasar Jelojok.
Ketua DPRD Loteng, M.Tauhid, S.IP berharap, siapapun jangan terlalu prematur mengambil sikap dengan mengedepankan kebijakan sepihak, sehingga dampaknya bermuara pada masyarakat.
“Semua perlu kajian mendalam, sehingga menemukan sinkronisasi yang jelas,” papar Tauhid.
“Memang tidak ada hal yang dilanggar, tapi soal filosofinya apa, karena sebelum saya lahir, SD di Jelojok ini (SD1 dan SD3, red.) sejak awal sudah ada,” sebut M. Tauhid.
Politisi Partai Gerindra ini menyebut, dari sisi sosiologi, supya dikaji ulang rencana merger dan penggabungan kedua SD ini. Ditampung juga tanggpan masyarakat ketika ada wacana seperti ini. Sangat bijak jika disampaikan bahwa, masyarakat Kopang tidak setuju dengan adanya merger seperti ini. Bukan pula mengambil keputusan selera sendiri.
“Tapi jangan atas dasar selera bapak dong,” pukul M.Tauhid kepada Ketua Korwil Pendidikan Kecamatan Kopang, DR (RC) Ahmad, S.Pd.SD, saat ingin mengklarifikasi hasil kajian yang disusunnya.
Dilanjutkan M.Tauhid, apapun kesimpulan yang dicatat pada pertemuan ini, yang jelas masalah ini sudah disampaikan kepada Kepala Dinas. “Soal polemik merger ini akan disampaikan kepada Sekda Lombok Tengah,” kata M.Tauhid.
Di tempat yang sama, anggota DPRD provinsi NTB, HM. Rais Ishak pun tak tinggal diam. Seperti biasa, politisi partai Demokrat ini menyatakan, kajian-kajian yang disusun Ketua Kirwil Kecamaran Kopang ini dinilai sepihak. Kalau kajian ini atas dasar masukan dari seorang di lembaga legislatif Loteng, tapi mestinya itu harus ditangkap secara aspiratif untuk dikaji. Kenapa ada image dan anggapan tentang sekolah ini, harus dicari sebabnya.
“Jangan sampai indikator dalam kajian ini tidak terpenuhi. Berarti itu kajian keliru, kajian sepihak,” kata Rais yang sengaja hadir memenuhi aspirasi masyarakat Kopang pada pertemuan yang digelar belum lama ini di Aula SDN.1 Kopang.
Selain Tauhid, Rais Ishak, turut pula hadir Roman Aji Kurnia, anggota DPRD Loteng. Sementara H. Lalu Ahmad Rumiawan belum diketahui ketidakhadirannya. Semua legislator asal desa Kopang Rembiga ini, hadir dalam rangka menyerap aspirasi terkaik folemik SD1 – SD3.
Lebih lanjut dikatakan M. Rais, atas dasar aspirasi ini sangt diperlukan. Bahkan M.Rais sempat memberi petuah berharga kepada pejabat yang turut hadir dalam pertemuan ini. Pejabat tersebut adalah Camat Kopang, Ketua korwil Pendidikan Kecamatan Kopang, Kepla SD1 dan SD3 Kopang, Kepala Desa Rembiga dan Pengurus Komite SD1 kopang.
“Saya ingatkan kepada kita semua, jabatan ini adalah amanah. Jangan membanggakan jabatan yang diberikan, karena jabatan politis melekat cuma lima tahun kalau tidak dibenci ketua partai,” katanya seraya menyebut, kalau jabatan pada ASN, Rais berasumsi, ibarat seorang yang sedang memanjat pohon. Siap-siap digoyang angin. Semakin tinggi memanjat pohon, semakin keras pula goyangan angin.
“Ini artinya, jika tidak kuat pendekatannya kepada pimpinan, bisa jatuh. Karena itu harus hati-hati, jangan memanfaatkan kesempatan, karena resikonya besar,” petuah Rais yang langsung diamini seluruh hadirin yng didominasi wali murid, toga dan toma desa Kopang Rembiga.
Pada kesempatan itu, Rais juga mengajak semua pihak untuk mendengar suara hati rakyat. Tidak boleh melanggar aturan aturan, kawasan hijau, tata ruang yang pastinya berkutit ke arah itu.
Ditambahkannya, terhadap rencana penggabungan kedua SD ini, Rais menyatakan, tidak setuju dimerger, melainkan mendorong untuk dilakukan peningkatan kualitas proses pendidikan di desa Kopang Rembiga. lp
