Semua Sekolah Penerima Manfaat DAK, Nyatakan Sistem Swakelola Jauh Berkualitas
MATARAM LOMBOKita – Para Kepala sekolah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, menilai kualitas bangunan pengerjaan sistem swakelola, dinilai sangat berkualitas di. Banding pekerjaan di kerjakan secara ditender., dan dinilai karena bahan yang di gunakan sesuai dengan RAB.
” Pengerjaan Proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dengan sistem swakelola jauh lebih bagus hasilnya jika dibandingkan dengan sistem Kontraktual,” ungkap Sunoto
Kepala SMAN 11 Mataram,
Pasalnya, pengerjaan sistem swakelola dari sisi kualitas bangunan, karena pengerjaanya berlapis lapis
‘’Alhamdulillah, kami bersyukur dengan sistem swakelola tipe 1 ini semua bisa merasakan manfaatnya dan ekonomi masyarakat sekitar terkena berimbas, dan kualitas hasilnyapun sangat bagus,” katanya. Rabu (4/1). Seraya mengatakan, untuk pengerjaan DAK di SMA 11 , sebelum 15 Januari sudah rampung,
Menurut Sunoto, SMAN 11 Mataram mendapatkan pengerjaan bangunan Fisik sebanyal 11 ruang ( ruang kasek, ruang vuru, TU dan beberapa ruangan lainnya), yang sumber dana dari DAK fisik tahun 2022
‘’Dari 11 ruangan ini, 11 ruanban pengerjaannya sudah selesai 100 persen, dan sisanya dalam tahap pinishing, diperkirakan 15 Januari sudah tuntas,” jelasnya.
‘’Kalau kita bandingkan jauh lebih bagus sistem swakelola tipe 1 yang dikerjakan tahun ini,’’ Terangnya.
Menurunya, kelebihan sistem ini karena disaksikan langsung mulai dari menggali sampai finising. Misalnya, dari bahan besi sesuai spek yang dipersyaratkan sebab ada fasilitator. Kemudian campurannya juga sangat bagus.
‘’Kalau kualitas saya sangat yakin jauh lebih bagus tahun ini,’’ Jelasnya.
Fasilitator SMAN 11 Mataram, I Ketut Sumantri mengakui dari sisi kontraktual dan swakelola tipe I sama. Hanya saja sistem saat ini jauh lebih berkualitas.
‘’Kita yakin sistem swakelola tipe 1 ini jauh lebih bagus.Sebab semuanya langsung di pantau, dari material, kualitasnya. Namun kalau kontraktual banyak dikurangi speknya dari kelas 1 menjadi kelas 2 dan lain sebagainya,’’ katanya
‘’Bagus sistem swakelola ini, masyarakat setempat bisa langsung ikut bekerja untuk menafkahi keluarga,’’ Terangnya.
Sementara Fasilitator Lalu Ade Setiawan menambahkan sekitar 60 orang bisa terserap bekerja selama proyek ini berlangsung. Mudah-mudahan sistem swakelola ini ditetapkan oleh pemerintah.
‘’Kita berharap sistem ini ditetapkan oleh pemerintah sebab kualitas jauh lebih bagus dan keterserapan para pekerja lokal bisa merasakan manfaat proyek DAK Fisik Dikbud NTB,’’ Harapnya.
Selain itu, sistem swakelola tipe 1 ini jika bicara kualitas pekerjaan bangunan bisa mengikuti spek yang ada di rancangan anggaran biyaya (RAB). Berbeda dengan kontraktual.
‘’Kalau kontraktual spesifikasinya banyak dikurangi. Tetapi dengan swakelola, pengerjaanny langsung di awasi dan pengerjaan, serta RKBpun sesuai dengan spesifikasi dan pembayaran di eksekusi oleh BPKAD Provinsi NTB sesuai pesanan oleh Fasilitator, Suplayer maupun tukang,” jelasnya
Oleh sebab itu, kualitas bangunan dengan swakelola jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan kontraktual.
‘’Kita berharap semoga sistem swakelola tipe 1 ini bisa dilanjutkan,” Pungkasnya (*
