Forum P2 dan P3 PPPK Lotim Kembali Hearing Dwngan Komisi II DPRD Lotim ” Guru Honorer Selalu dijadikan Komsumsi Politik”

Keterangan Foto : para guru honorer berkumpul menunggu perwakilan yang hearing bersama Komisi II DPRD Lotjm, Kamis (1/12)

LOTIM LOMBOKita – Ratusan guru honorer yang tergabung dalam Forum P2 P3 PPPK Lombok Timur, kembali melakukan hearing untuk mengadukan nasib mereka ke kantor DPRD Lotim, Kamis (1/12).

Kedatangan guru honorer ini di terima Ketua dan anggota Komisi II DPRD Lotim, termasuk Kepala Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim H Izzudin, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Lombok Timur, DR H Mugni, Selasa (01|12).

” Mestinya pemkab membuat regulasi terkait guru honorer ini, mereka selalu di PHP oleh pemkab, kasihan mereka,” ucap Eko Rahadi pendampingi guru honorer dihadapan ketua Komisi II dan Kadis dalam hearing tersebut.

Dan meminta Dinas terkait agar mengedepankan guru honorer yang telah mengabdi lebih lama, bukan mengedepankan guru honorer yang baru setahun dua tahun mengabdi.

” Untung saja para guru honorer ini masih sabar,” sebut Eko.

Hal senada juga diungkapkan Huzair salah seorang pengurus PGRI Lotim, dirinya juga meminta agar guru honorer Prioritas 2 dan Prioritas 3, agar diprioritaskan, dengan melihat masa kerja

“masak guru yang telah mengabdi menjadi guru honorer puluhan tahun disamakan dengan guru honorer yang baru mengajar dua tiga tahun,” sebutnya.

Kalau dalam pengangkatan menjadi PPPK mengacu hasil tes, jelas guru honorer yang sudah puluhan tahun, jelas tidak akan mampu bersaing dengan guru honorer yang baru tamat.

” Utamakanlah guru honorer yang sudah lama mengabdi,” katanya, seraya dirinya tak menampik, kalau masalah guru honorer ini, sudah dijadikan momsumsi politik. sehingga sengaja di ulur ulur seperti yang terjadi saat ini, apalagi saat ini sudah masuk tahun politik

Sementara itu Ketua Forum P2 P3 PPPK Lombok Timur, Marzuki mengatakan, jumlah guru honorer Prioritas 2 (P2) dan Prioritas 3 (P3) yang belum terangkat PPPK sebanyak 2.629 orang dari jumlah 4.686 orang.

” Sisa yang belum terakomodir ini hendaknya menjadi perhatian penuh pemkab,” ucapnya.

Kalau melihat pengabdian mereka ada yng sudah mengabdi 19 tahun menjadi guru honorer, dengan gaji Rp 300 ribu perbulannya. sehingga tak ada alasan Pemkab untuk tidak diakomodir

Ketua Komisi II DPRD Lombok Timur, Waes Al Qourni usai mendengar keluhan para guru honorer tersebut, dirinya mengatakan legislatif pada prinsipnya mendukung penuh, agar Pemda Lombok Timur mengakomodir sisa guru honorer yang belum terserap PPPK.

Waes juga telah meminta kepada Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menghitung beban belanja keuangan daerah di tahun 2023, dan TAPD memberikan lampu hijau atas hal itu.

“ Saat Pengesahan Perda APBD 2023, telah saya sampaikan kepada Ketua TAPD tentang ini. Dan dikatakan akan bisa terserap tahun 2023,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur, Izzudin menuturkan jika pihaknya akan tetap bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Dia pun menyatakan, jika mengacu pada kebutuhan guru dengan luas wilayah, jumlah sekolah dan masyarakat usia sekolah, Lombok Timur sebenarnya membutuhkan 9 ribu guru lebih.

Akan tetapi berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Kepala BKPSDM, idealnya kebutuhan guru ditetapkan sebanyak 4.665 guru. “Idealnya jumlah guru yang kita butuhkan sesuai hasil Rakor dengan BKPSDM 4.665 orang,” jelasnya.

Terkait kuota PPPK yang akan diusulkan tahun depan, Izzudin mengatakan, pihaknya masih menunggu aturan dari pusat secara tertulis, selama ini hanya mendapat keterangan lisan pemerintah pusat yang di sampaikan Kepala BKPSDM Lombok Timur.

“Kita mendorong komitmen pemerintah pusat atas keputusannya untuk mengakomodir guru P2 dan P3 di tahun 2023. Kalau ada aturan bisa mengangkat 4.665 guru hari ini, itu kita usulkan untuk masuk PPPK, agar kita tidak ada beban,” tegasnya.

Pun demikian, ia menegaskan jika total 4.665 itu telah masuk lis nasional kebutuhan guru Lombok Timur, dan berharap di tahun 2023 bisa terealisasi dan masuk PPPK.

“Itu sudah masuk lis nasional kebutuhan guru kita, dan semoga di tahun 2023 semua bisa terealisasi,” tandasnya

dewatogel88

dewatoto

dewaslot88

dewaselot

dewatoto

dewaselot

pilot138

dewatogel88

dewatoto88

pilot138

torpedo99

neko777

dewatoto

panenslot

ace99play

ace99play

slot anti rungkat

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

slot anti rungkat

slot starlight princess

mahjong ways 2

ace99play

ace99play

aceplay99

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

dewa slot88

Alpha4d

alpha4d

alpa4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

gamespools

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online