Mahasiswa Lotim Berdemo, Bentrok Dengan Aparat Keamanan

LOTIM LOMBOKita – Ratusan mahasiswa Lombok Timur yang tergabung dalam organisasi cipayung plus Lotim melakukan aksi demonstarasi di depan kantor Bupati Lotim,dan nyaris bentrok dengan aparat keamanan, tetapi situasi kembali kondusif dan mahasiswa melanjutkan orasinya, Kamis (14|4).

Aksi mahasiswa ini selain berorasi juga membakar ban bekas, dan menyebabkan arus lalu lintas dialihkan.

Massa aksi menyuarakan aspirasi rakyat, terkait kenaikan bahan pokok, BBM, tingkat IPM Lotim yang rendah, termasuk menolak penundaan pemilu, dinilai merugikan rakyat.

Dalam aksi mahasiswa ingin menyampaikan aspirasinya langsung kepada Bupati, tanpa perwakilan,

Karena Bupati tak keluar menemui mereka, beberapa mahasiswa merangsek untuk masuk mencari Bupati, dan mahasiswa di terima Sekda Lotim HM Juani Taofik.

” pemerintahan Sukma kami nilai gagal menjalankan visi dan misinya dengan slogan ASA tersebut,” teriak Yusron dalam orasinya.

Mahasiswa juga memprotes penggunaan gedung pemuda dan mahasiswa yang di jadikan kantor Bank NTB

” Kami minta agar Bank NTB Syariah segera pindah, sehingga pemuda dapat  berkegiatan di gedung tersebut,” teriak Ropiki.‎

Setelah puas berorasi, mahasiswa aksi melakukan loby dengan aparat keamanan untuk melakukan sweping ruangan Bupati, namun sempat dihadang anggota SatpolPP dan sempat memanas,

Tak menjumpai Bupati, perwakilan aksi kembali bergabung dengan massa aksi lainnya

Dan hasil negosiasi aparat dengan perwakilan massa aksi, akhirnya kehadiran Sekda mewakili Bupati di tengah mahasiswa

Sekda Lotim HM Juani Taofik, dihadapan mahasiswa, sangat mengapresiasi aksi yang dilakukan mahasiswa dalam rangka sebagai fungsi kontrol terhadap jalannya pembangunan di Lotim.

Begitu juga meluruskan dan menjelaskan mengenai masalah IPM Lotim berada di urusan ke-8 bukan urutan ke-9 sebagaimana yang disampaikan massa aksi.

Sehingga ini menjadi perhatian kedepan bagi pemeruintah daerah untuk terus memperbaikinya.

” Yang perlu diperbaiki agar IPM meningkat adalah bidang pendidikan,sehingga kami mengajak mahasiswa untuk membangun sinergi dan kemitraan dalam mengatasi masalah IPM kearah lebih baik,” tandasnya.

Setelah mendengar penjelasan massa aksi melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Lotim. Dengan diterima Wakil Ketua DPRD Lotim,Badran Achsyid dengan akan menyampaikan tuntutan massa aksi ke pimpinan.

Massa aksi lalu membubarkan diri setelah menyampaikan pernyataan sikapnya,dengan berjanji akan datang dengan membawa massa yang lebih banyak kalau tuntutan tidak direspon.‎