Jaga Kondusifitas, Desa Mamben Gelar Diskusi Bersama Toga Toma dan Kawil
LOTIM LOMBOKita – Pemerintah Desa Mamben Daya,Kecematan Wanasaba Lombok Timur, menggelar diskusi pasca terjadinya kasus perusakan dan pembakaran fasilitas milik as sunnah yang dipicu kasus viralnya video ceramah salah satu tokoh as sunnah, Kamis (13/1) bertempat di kantor desa.
Kegiatan diskusi dan musyawarah ini, dihadiri Kades Mamben Daya Ridwan, pemerintah kecamatan Pringgebaya, Toga, Toma, Toda dan Kepala wilayah (Kawil).
Kades Memben Daya, Ridwan dalam diskusi tersebut, meminta kepada Tomas, Toga dan Toda serta elemen masyarakat Desa Mamben Daya, untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah desa Mamben. Terutama pasca terjadinya kasus perusakan dan pembakaran fasilitas milik as sunnah beberapa waktu lalu.
Apalagi saat ini pemerintah Provinsi NTB dalam waktu dekat akan menggelar event internasional MotoGP, dimana event tersebut, berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian masyarakat kedepan.
“Mari kita bersama-sama menjaga kondusitivas agar tetap kondusif,” tegasnya.
Ridwan juga meminta Tomas dan Toga agar membantu Pemdes dalam mensosialisasikan kepada masyarakat, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat, yang berdampak tehadap kondusifitas wilayah Desa Mamben Daya.
“Kami himbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat di wilayah Desa Mamben Daya,” tandasnya.
Selaian itu juga pemerintah desa, akan melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman terhadap masyarakat yang ikut paham wahabi, agar kembali bermasyarakat.
“Kegiatan ini akan dilakukan masing-masing kekadusan, demi tercipatanya kondusifitas wilayah,” tutup Ridwan.
Dalam kegiatan diskusi tersebut, menghasilkan beberapa kesimpulan, termasuk melakukan deklarasi damai, pemerintah desa Mamben Daye beserta perangkat Desa dan Kaur Kewilayahan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan pemerintah daerah untuk menjaga kondusifitas wilayah dan mendukung program pemerintah dalam menyongsong event internasional di wilayah NTB.
