Kesadaran Masyarakat Lotim Berlalulintas Masih Rendah

LOMBOKita – Kesadaran masyarakat Lombok Timur dalam tertib berlalu lintas hingga saat ini, masih rendah, Hasil operasi Patuh Gatharin 2019 yang digelar sejak tanggal 29 Agustus lalu, hingga hari ke delapan saat ini, jumlah pelanggar yang terjaring operasi sebanyak 1400 pelanggar.

“Hari kedelapan saja jumlah pelanggar yang terjaring mencapai 1400 pelanggar, dan pelanggar di dominasi pengendara R2” ungkap Kasat Lantas Polres Lombok Timur AKP Ryan Faisal.
Menurut Ryan, dalam operasi patuh Gatharin ini, yang menjadi prioritas yaitu pelanggaran kasat mata, dan itu lebih banyak terjadi pada pengendara R2.

“Hampir 80 persen pengendara R2 yang terjaring razia, dan mereka rata – rata tak menggunakan helm pengaman, baik yang di depan maupun belakang,” katanya.
Melihat tingginya pelanggaran ini, menurut Ryan, masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, terutama penggunaan helm pengaman.

“Mereka di anjurkan gunakan helm pengaman untuk menjaga keselamatan pengendara itu sendiri, bukan karena harus takut pada petugas,” sebutnya,

Meski demikian, pihaknya akan terus memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat pengguna kendaraan R2, untuk selalu menggunakan helm pengaman saat berkendaraan.

Penggunaan helm pengaman untuk keselamatan pengendara sendiri, bukan orang lain,” jelasnya, karena selama ini, jumlah kasus kecelakaan yang terjadi, para korban kecelakaan tak menggunakan helm pengaman.

Selain itu juga, Ryan, mengimbau para orang tua, untuk tidak memberikan anaknya yang masih dibawah umur, untuk tak menggunakan kendaraan.

1 Komentar

  1. Anonim

    Agaknya kalimat primitip tak terapus lagi.

Komentar ditutup.