BPBD Lotim Tak Miliki Dana Khusus, Tangani Krisis Air Bersih
LOMBOKita – Kasus krisis air bersih yang melanda wilayah kecamatan Jerowaru kabupaten di Lombok Timur, tiap tahun selalu menjadi isu, dan menjadi salah satu misi dan visi Bupati dan wakil Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy dan H Rumaksi,yaitu air mengalir sepanjang hari,
Pemkab Lotim melalui BPBD terus berusaha mewujudkan impian tersebut, melakukan pendisribusian air bersih ke wilayah selatan tersebut, hanya saja datangnya musim kering ini, nemambah beban pemkab,
Akibat musim kering yang melanda, penanganan air bersih, proses penangannya terkendala anggaran yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, khusus untuk penanganan krisis air bersih tersebut.
“ Kita BPBD telah melakukan pendistribusian air bersih, hanya saja proses penangan masih masif,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan BPBD Lotim Lalu Rusnan, Selasa (2/7).
Dikatakan Rusnan, saat ini, pendistribusian air bersih hanya didistribusikan kepada warga yang meminta. Pasalnya BPBD tak miliki dana khusus untuk pendistribusian air bersih tersebut, ke wilayah yang alami krisis air bersih.
“Kita hanya droping air bersih ke wilayah yang meminta,untuk droping air bersih ini butuh dana juga,”ucapnya,seraya menyebutkan ada dua kecamatan yang alami krisis air bersih dampak musim kering yaitu kecamatan Keruak dan Jerowaru,
Rusnan menyebutkan, seperti tahun sebelumnya, anggaran penanganan air besih itu di serahkan penangannya ke masing masing kecamatan, dan saat ini belum ada anggaran yang fokus ke arah penangan krisis air bersih ini.
“Meski anggaran belum ada, setiap permintaan warga terkait air bersih, dipastikan terlayani dengan baik,” katanya, termasuk adanya surat dari camat Jerowaru, BPBD masih lakukan pemetaan, termasuk penangannya.
“Data yang terlapor di BPBD, ada 16 desa yang alami krisisi air bersih ini, 7 desa di kecamatan Jerowaru dan 9 desa di kecamatan Keruak,” sebutnya.
Jumlah penduduk yang terdampak kekeringan di tahun 2019 ini, menurut Rusnan, beda dengan tahun 2018 lalu.untuk proses pendistribusian,BPBD siapkan empat armada dengan kapasitas 4 ribu liter yang disiagakan, dan tiap saat siaga untuk melakukan pendistribusian
