FRB Anggap Jadi Preseden Buruk Pemerintahan Sukma
” Dibalik Batalnya Ratusan Pejabat,”
LOMBOKita – Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur menganggap preseden buruk bagi pemerintahan Lotim dibawah kepemimpinan Bupati Lotim, HM.Sukiman Azmy dan Wakil Bupati, H.Rumaksi SJ ( Sukma). Terkait dengan gagalnya pelantikan ratusan pejabat dan ASN yang akan mendapatkan promasi, Rabu (14/1).
” Gagalnya pelantikan itu menjadi preseden buruk bagi pemerintahan Sukma,” tegas Ketua FBR Lotim, Eko Rahardi di Selong,Kamis (14/2).
Ia mengatakan seharusnya diawal-awal pemerintahan tentunya kompak antara Bupati dan Wakil Bupati dalam menepati janji-janji politiknya dalam Pilkada kepada masyarakat Lotim.Namun apa yang diperlihatkan dan dipertontonkan saat ini oleh keduanya tentunya sangat disayangkan sekali.
Dengan mulai tidak sejalannya Bupati dan Wakil Bupati Lotim dalam mengambil sebuah kebijakan. Seperti halnya mengenai masalah pelantikan ratusan pejabat yang kemudian batal. Karena kelihatan antara Bupati dan Wakil Bupati Lotim masih tolak ulur atau belum sepakat dalam mengambil sebuah keputusan.
Apalagi keduanya memiliki kepentingan, sehingga inilah yang kemudian kelihatan menyebabkan terjadi masalah gagalnya pelantikan tersebut. ” Masak belum satu tahun kepemimpinan Sukma sudah mulai ada tanda-tanda retak atau pecah kongsi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eko yang juga berprofesi sebagai advokad ini menagih janji politik dari Sukma dalam Pilkada tersebut.Dengan akan menempatkan ASN sesuai dengan tufokasi dan bidangnya masing-masing. Namun apa yang terjadi justru malah bertolak belakang dengan janji politiknya, sehingga sangat disayangkan sekali.
Begitu juga masalah gagalnya pelantikan yang menerima dampaknya adalah para pejabat atau ASN yang mendapatkan promosi, kemudian gagal dilantik dengan alasan yang belum jelas. Sehingga tentunya ini menjadi beban psikologis bagi pejabat atau ASN tersebut.
” Penempatan pejabat kami anggap syarat dengan kepentingan politik dan balas jasa, bukan karena disebabkan faktor profesionalitas sabagaimana janji politiknya dalam Pilkada,” tandasnya

Komentar ditutup.