Dandim : Pelaku Perambah Hutan Harus Ditindak Tegas
LOMBOKita – Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1615 Lombok Timur, Letnal Kolonel (Letkol).Inf.H.Agus Setiandar sangat setuju kalau para pelaku Perambah hutan di Lotim ditindak tegas. Tanpa ada toleransi didalamnya,karena perbuatan yang dilakukan tentu merugikan masyarakat banyak.
“Saya sepakat kalau para pelaku Perambah hutan ditindak tegas tanpa memberikan ampun,” tegas Agus Setiandar saat diminta tanggapannya.
Ia mengatakan dirinya sangat prihatin dengan kondisi hutan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Pesugulan, Dusun Jurang Koak,Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba yang rusak dan gundul karena di rambah.
Dengan aktornya Mantan Kades yang merupakan tokoh berpengaruh.Namun sekarang aktornya sudah ditangkap aparat sehingga tentunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Berani berbuat tentunya harus berani bertanggungjawab atas apa yang diperbuat mantan Kades tersebut,” ujarnya.
Selain itu,lanjut Dandim,perambahan hutan juga tidak terjadi di wilayah lahan TNGR.Akan tapi di Dusun Dasan Tinggi wilayah Kecamatan Sambelia.Dengan kondisi hutan lindung yang sudah gundul akibat terus dirambah oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Sementara pada satu sisi pihaknya sering melakukan reboisasi atau penghijauan kawasan hutan yang gundul tersebut.Namun apa yang terjadi pohon yang ditanam itu dirusah oleh para Perambah.
” Kondisi hutan di wilayah Sambelia saat ini sangat parah kerusakan,tanpa pernah memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan kedepannya,” tandasnya.
Oleh karena itu, tambah Agus Setiandar,langkah yang paling tepat adalah dengan melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku Perambah hutan tersebut. Karena perbuatannya tidak bisa dimaafkan dengan rusaknya hutan yang ada.
” Kami akan melakukan koordinasi dengan Polres Lotim,TNGR maupun aparat lainnya dalam rangka untuk melakukan penertiban terhadap para pelaku Perambah hutan tersebut, agar menjadi efek jera bagi yang lain,” tegas Dandim 1615 Lotim lagi.
” Hasil pendataan dilapangan pertahun ada penambahan sekitar 10 sampai 20 hektar luas lahan hutan yang rusak akibat dirambah,” tukasnya.

1 Komentar
Ijin komandan,saya salut dengan kepedulian komandan terhadap kawasan hutan,ketika terjadi banjir bandang,terjadi kebakaran hutan,yg dipojokkan adalah petugas ,mereka hanya bs mengkritik dan menganggap petugas idk becus melaksanakan tugas,padahal kalau kita liat,kebakaran hutan atas ulah masyarakat,gundulnya hutan atas ulah mereka, dan skr ini hutan byk di jadikan lahan para politikus yg ada di daerah,seringkali calon anggota dewan mengkampanyekan jika mereka terpilih,maka nanti hutan taman nasional akan diberikan kepada masyarakat utk dijadikan hutan adat atas hutan kemasyarakatan,mohon kepada pihak TNGR agar menjalani hubungan kerjasama dengan pihak TNI dan Polri utk duduk bersama,bergerak bersama menjaga dan melestarikan hutan TNGR yg mana TNGR adalah sumber air utk Kab.Lotim,klu,loteng,kodyya bahkan lihat,jika Rinjani gundul maka mata air dilombok otomatis akan hilang
Komentar ditutup.