BPN Klaim Lahan Di Lotim Bersertifikat Baru 23 Persen
LOMBOKita – Pihak Badan Pertahanan Nasional (BPN) Lombok Timur mengklaim baru sekitar 23 persen lahan di Lotim yang memiliki alas hak atau sertifikat. Dari jumlah 429 ribu bidang tanah atau baru 92 ribu saja.
” Di Lotim hanya baru 23 persen saja lahan yang telah memiliki sertifikat,” tegas Kepala BPN Lotim,L.Suharli kepada wartawan di ruang kerjanya,Jumat kemarin.
Sementara itu,lanjutnya,tahun 2024 semua lahan yang belum bersertifikat harus sudah tuntas sebagaimana program dari pemerintah pusat.
Sehingga untuk mencapai target itu pemerintah pusat dengan melalui program Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) atau prona terus dilakukan.
Dimana tahun 2019 Lotim mendapatkan jatah sebesar 45.000 bidang tanah dan 5000 peta bidang. Sedangkan saat ini desa yang sudah mengajukan permohonan sudah mencapai 62 desa.
” Sasaran untuk 50.000 bidang sertifikat dalam program PTSL atau prona bagi desa yang masyarakatnya paling sedikit sertifikatnya dan paling miskin,” tandasnya.
Oleh karena,tambah Suharli,dengan banyaknya lahan yang belum bersertifikat tersebut,pihaknya mengajukan lebih banyak lagi kepada pemerintah puas. Sehingga program PTSL tuntas semua masyarakat pembuatan sertifikat tahun 2024 bisa tercapai.
” Salah satunya cara untuk mensukseskannya dengan menambah jatah bagi Lotim dalam pembuatan sertifikat melalui program PTSL,” tambahnya.
