Puluhan Ribu Jiwa Korban Gempa Sabar Menunggu Jadup Pemerintah Pusat Realisasi
LOMBOKita – Sebanyak 31.929 Jiwa dari 9318 Kepala Keluarga (KK) sabar menunggu keluarnya jaminan hidup (Jadup) bagi korban gempa yang rumahnya rusak parah dari pemerintah pusat.Sedangkan datanya sudah dibawa ke pusat.
Sekretaris Dinas Sosial Lotim,Ibrahim mengakui kalau puluhan ribu korban gempa di Lotim sabar menunggu keluarnya jadup dari pemerintah pusat. Meski datanya sudah disampaikan ke Kementerian Sosial mengenai jumlah masyarakat Lotim korban gempa yang akan mendapatkan jadup tersebut.
” Yang mendapatkan jadup adalah korban gempa yang rumahnya rusak berat saja,sedangkan yang rusak ringan dan sedang tidak mendapatkan sesuai dengan petunjuk dari pusat,” tegasnya.
Oleh karena itu,lanjutnya, pihaknya bersama Bupati Lotim akan terus mengawal terhadap pencairan Jadup tersebut. Dengan nantinya akan masuk ke rekening masing-masing,karena berasal dari APBN.
Dimana masing-masing jiwa akan mendapatkan Jadup sebesar Rp 10.000 selama tiga bulan. Dalam rangka untuk membantu meringankan beban bagi korban gempa yang terjadi di Lotim.
” Mudah-mudahan Jadup bisa realisasi Diakhir bulan Desember ini, agar penantian panjang korban gempa menunggu keluarnya bisa langsung dirasakan nantinya,” tandas Ibrahim.
Sebelumnya Bupati Lotim, HM.Sukiman Azmy mengatakan kalau jumlah warga korban gempa yang akan mendapatkan jadup diperkirakan sebanyak 270 ribu jiwa. Sehingga data yang masih kurang sudah diperbaiki kemudian dikirim ke kementerian sosial di pusat.
” Saya akan kawal masalah jadup ini agar cepat cair dan diterima masyarakat korban gempa,” tegas Sukiman.
Keterangan Foto Sekretaris Dinas Sosial Lotim, Ibrahim
[14/12 16:25] RIzal WA: Woow..Diduga Oknum Perawat RSUD Selong Cabuli Sesama Perawatnya.
Oknum perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R.Soejono Selong dengan inisial,DA (35) diuga telah melakukan pencabulan terhadap sesama perawatnya dengan inisial,IF (25) di salah satu ruangan interna dua RSUD Selong, Kamis dinihari (13|12),sekitar pukul 02.00 wita.
Sementara atas kasus tersebut korban tidak terima dengan perbuatan pelaku,kemudian langsung melaporkan ke Polres Lotim untuk segera ditindaklanjuti dan proses hukum.
Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Lotim, Ipda Sahirman seijin Kapolres Lotim,AKBP Ida Bagus Made Winarta,S.ik saat dikonfirmasi membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan mengenai kasus dugaan pencabulan sesama perawat di RSUD dr.R.Soejono Selong.
” Memang kami sudah terima laporan dan sekarang sudah ditindaklanjuti Unit PPA,” tegas Sahirman.
Ia menjelaskan dari keterangan korban dalam laporannya kalau pelaku bersama korban saat bertugas jaga bersama diruang interna dua RSUD Selong. Kemudian pelaku masuk ke ruangan tempat korban istriharat dalam keadaan gelap.
Dengan keadaan terpaksa membuka baju dan celana korban, setelah itu pelaku memasukkan kemaluannya ke mahkota milik korban,sehingga perbuatan pelaku tidak diterima korban dengan melaporkan ke Polres Lotim.
” Unit PPA sudah menindaklanjuti laporan korban,” tandas Sahirman seraya mengatakan korban sedang dilakukan pemeriksaan dan minta keterangan mengenai kasus tersebut.
Ditempat terpisah Direktur RSUD Selong,dr.H.Hasbi Santoso saat dikonfirmasi mengenai masalah ini tidak memberikan jawaban.
Keterangan Foto RSUD dr. R.Soejono Selong.
