Jeritan Hati Ribuan Guru Honorer, Dibalik Peringatan Hari Guru Nasional
LOMBOKita – Ribuan guru honorer di Lombok Timur menjerit dengan sepenuh hati dibalik peringatan hari guru Nasional yang jatuh pada hari Sabtu tanggal 25 Nopember 2018. Pasalnya diantara ribuan guru honorer yang ada nasipnya masih jauh dari rasa keadilan dan sejahtera,apabila dibandingkan dengan guru negeri.
Demikian dikatakan Ketua Eks Forum Tenaga Honda Lotim, M.Arjuna kepada Lombokita.com. ” Nasip ribuan guru honorer di Lotim saat ini menjerit diatas tangisan pilu minta keadilan atas kesejahteraan yang masih jauh dari harapan,” terangnya.
Ia membeberkan jumlah riil guru honorer yang berada di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim diperkirakan mencapai sekitar 6000 orang dari tingkat Pendidikan Anah Usia Dini (PAUD) sampai menengah atas.
Dengan banyak yang masa pengabdiannya bertaruh-tahun sampai saat ini belum mendapatkan SK Bupati.Sehingga untuk memperoleh sertifikasi sangat sulit karena tidak ada SK yang mereka pegang.
Maka yang diandalkan hanya honor yang tidak seberapa diperoleh dari pihak sekolah.Dengan sangat bervariasi ada yang mendapatkan honor antara sebesar Rp 100 s.d 300 ribu perbulannya dan itupun tergantung dari kebijakan pihak sekolah tempat mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak bangsa.
” Kalau berbicara mengenai masalah honor guru,apalagi statusnya masih sukarela sangat miris sekali sehingga ini yang kami terus perjuangan kepada pemerintah daerah mengenai kesejahteraannya,” paparnya.
Selain itu, lanjutnya pihaknya terus berjuang agar para tenaga guru honda bersama dengan tenaga tehnis lainnya yang masuk dalam kategori 2 agar diprioritaskan untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang saat ini berjumlah mencapai sekitar ribuan orang.
Ataukah paling tidak mentok menjadi P3K sebagaimana kebijakan pemerintah pusat.Hal ini dimaksudkan agar kesejahteraan para tenaga guru honor yang ada.Dengan tujuan agar mereka terpokus dalam menjalankan tugasnya untuk mengajarkan anak didiknya menjadi orang yang berguna untuk melanjutkan estapet kepemimpinan bangsa ini.
” Bagaimana guru honor akan bisa bekerja dengan maksimal untuk mengajar dan mendidik,kalau perhatian perhatian pemerintah akan kesejahteraan masih jauh harapan,” terang Arjuna seraya menambahkan kami bersama teman-teman yang lain akan terus berjuang sampai tuntutan kami berhasil.
Ditempat lain,Amin,salah seorang guru sekolah dasar meminta kepada pemerintah daerah melalui moment hari guru ini agar kesejahteraan pahlawan tanpa tanda saja khususnya yang masih menyandang status guru honor agar betul-betul diperhatikan kesejahteraannya.
” Paling tidak kami minta pemerintah daerah memberikan honor kepada kami standar UMK Lotim,” pintarnya dengan harap.
Sementara Ketua PGRI Lotim,Mahsin mengaku memang setiap tahun kesejahteraan guru negeri maupun honor mengalami peningkatan.Apalagi dengan telah disahkan Undang-undang (UU) guru dan dosen oleh pemerintah pusat.
Dengan diberikan tunjangan sertifikasi kepada semua guru baik negeri maupun swasta,tapi tentunya bagi mereka dianggap telah memenuhi syarat untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi tersebut.
” PGRI juga akan terus memperjuangkan kesejahteraan bagi guru honor ke arah lebih baik,” tegas Mahsin.
Kemudian Wakil Ketua DPRD Lotim,Daeng M Ihsan mengaku memang sangat prihatin sekali dengan nasip guru honor di Lotim yang penghasilannya masih jauh dari sejahtera.Sehingga ini menjadi perhatian bersama untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka ke arah yang lebih baik.
Karena dari pengakuan guru honor ada yang dalam sebulannya itu mendapatkan honor hanya sebesar Rp100 ribu, sehingga apa yang bisa dibeli dengan uang tersebut.Apalagi untuk menghidupi keluarga mereka juga tidak akan bisa,kalau dengan honor segitu.
” Ada guru terpaksa berjualan di siswanya demi mempertahankan hidup keluarganya,karena yang mengatakan itu guru itu sendiri yang kebetulan mengajar anaknya di sekolah,” kata Daeng Ihsan.
Oleh karena itu, lanjut Politis Hanura ini dalam pembahasan APBD induk tahun 2019 yang sedang dibahas kami akan memperjuangkan itu bersama teman-teman lainnya. Terutama yang kita fokuskan pada sektor pendidikan dan kesehatan tanpa mengesampingkan sektor yang lainnya.
” Pendidikan dan kesehatan harus mendapatkan porsi lebih banyak dalam anggaran dalam rangka untuk bisa mengatasi permasalahan yang ada di dua bidang tersebut,” ujarnya.
Keterangan foto nampak para guru honor di Lotim dengan cerianya merayakan hari guru nasional.
