Ribuan Eks Honda K2 Lotim Ancam Mogok Kerja dan Ngajar
LOMBOKita – Ribuan Eks tenaga honor daerah (Honda) Kategori dua Kabupaten Lombok Timur mengancam akan melakukan mogok kerja dan mengajar. Kalau apa yang menjadi tuntutan dari eks Honda K2 Lotim tidak direspon pemerintah kabupaten (Pemkab) Lotim.
Demikian ditegaskan Ketua Eks Forum Honda K2 Lotim, M.Arjuna dihadapan anggota DPRD Lotim dalam hearing di kantor DPRD Lotim, Senin (22|10).
” Ribuan Eks Honda K2 Lotim akan melakukan mogok ngajar dan kerja kalau tuntutan kami tidak direspon Bupati,” tegasnya.
Arjuna menjelaskan pihaknya tetap menuntut agar kami diprioritaskan untuk diangkat menjadi PNS. Apalagi dengan masa pengabdian yang telah lama kami berikan,meski dengan hanya mendapatkan honor yang jauh dari sejahtera.
Namun pada saat pembukaan pendaftaran CPNS justru pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi (Kemenpan-RB). Dengan mengeluarkan persyaratan kalau batar umur maksimal mendaftar 35 tahun.
Sementara pada sisi lainnya banyak diantara eks honda K2 di Lotim yang umurnya melebihi itu.Maka hal inilah yang tentunya sangat memberatkan kami dengan aturan itu,sehingga minta dilakukan revisi.
” Pemerintah pusat belum ada solusi dengan masalah ini,sehingga kami meminta agar Bupati Lotim memberikan solusi terhadap tuntutan kami,” pinta Arjuna yang didukung para eks honda K2 Lotim.
Lebih lanjut Ketua Forum Eks Honda K2 Lotim, Arjuna menceritakan mengenai perjuangan sebelumnya dalam berjuang untuk bisa menjadi PNS melalui K2 bersama dengan teman yang lainnya.
Dengan menghabiskan uang jutaan rupiah untuk biaya pemberkasan,akan tapi kami bersama ribuan orang tidak lulus dalam seleksi CPNS melalui honda K2 Lotim.
” Kami berhak untuk menuntut menjadi PNS sebagaimana halnya dengan perhatian pemerintah terhadap atlet berprestasi diberikan bonus menjadi menjadi PNS,apa bedanya dengan mereka,” ujar Arjuna penuh tanda tanya.
Menanggapi tuntutan ribuan eks Honda K2 Lotim, Ketua Komisi II DPRD Lotim, Saprudin menegaskan akan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan dan keluhan dari para eks honda K2 Lotim. Dengan akan melakukan rapat internal di komisi kemudian dilanjutkan ke pimpinan dewan terhadap persoalan ini.
” Dari hasil itu nantinya akan langkah yang akan dilakukan untuk memperjuangkan nasip ribuan eks honda K2 Lotim,” tegas Saprudin.
Hal yang sama dikatakan Wakil Ketua DPRD Lotim, H.Daeng Paelori menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti terhadap aspirasi para eks honda K2 Lotim. Dengan tentunya akan melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah terhadap masalah ini.
” Kami akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah masalah ini sehingga akan menjadi lebih jelas nantinya,” tegasnya.
Keterangan Foto : Para Eks Honda K2 Lotim melakukan hearing di kantor DPRD Lotim menyampaikan aspirasi dan tuntutannya.
