Samara Lombok Serap 90 Persen Tenaga Kerja Lokal, Bupati Pathul Dorong Investasi Jadi Motor Ekonomi
LOMBOKita – Kehadiran kawasan investasi Samara Lombok di kawasan perbatasan Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat dinilai menjadi peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mempercepat pengembangan pariwisata Lombok Selatan.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, menegaskan bahwa keberadaan investasi tersebut seharusnya dipandang sebagai peluang untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan justru menjadi sumber perdebatan mengenai batas wilayah administrasi.
“Persoalan batas administrasi memang tetap diperlukan untuk menentukan kewenangan pemerintahan, termasuk penyaluran pajak daerah. Namun, yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan,” tegas Pathul Bahri, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, pengembangan kawasan investasi seperti Samara Lombok perlu diarahkan agar memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat, sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah.
Serap 90 Persen Tenaga Kerja Lokal
Komitmen pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu aspek yang disoroti dalam pengembangan Samara Lombok.
Pembina Samara Lombok, H. Lalu Pathurrahman, mengungkapkan bahwa keberadaan kawasan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengembangan properti dan pariwisata, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar.
Salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja lokal dengan standar pengupahan sesuai upah minimum regional (UMR).
“Pagi hari warga datang bekerja, lalu siang harinya mereka bisa membawa pulang rumput untuk pakan ternak. Selain mendapat penghasilan, mereka juga mendapatkan pakan untuk sapi mereka,” ujarnya.
Menurut Pathurrahman, aktivitas tersebut menggambarkan bagaimana pengembangan kawasan dapat memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat yang sebagian masih menggantungkan hidup pada sektor peternakan.
Selain membuka lapangan kerja, Samara Lombok juga memberikan perhatian terhadap aspek sosial dan lingkungan, termasuk melalui bantuan rutin kepada sekolah-sekolah di sekitar kawasan.
Dukungan tersebut antara lain berupa penyediaan fasilitas tempat sampah di sekolah untuk membangun kesadaran menjaga kebersihan dan lingkungan sejak dini.
Berawal dari Perbukitan Tanpa Air dan Listrik
Salah satu pendiri Samara Lombok, Tom Wheeler, mengenang kondisi kawasan tersebut ketika pertama kali dikunjungi. Saat itu, wilayah yang kini dikembangkan masih berupa perbukitan dengan keterbatasan infrastruktur dasar, termasuk akses air bersih dan listrik.
Meski menghadapi berbagai tantangan, pengembangan potensi Lombok Selatan tetap menjadi fokus utama investasi tersebut.
Dalam pelaksanaannya, Samara Lombok mengedepankan keterlibatan masyarakat setempat. Pengelola menyebut sekitar 90 persen tenaga kerja yang terlibat merupakan warga lokal.
Selain itu, penggunaan produk-produk lokal juga menjadi bagian dari upaya mendukung perputaran ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar kawasan.
Komitmen tersebut dinilai penting agar pertumbuhan sektor pariwisata tidak hanya menguntungkan pengelola investasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal.
Dorong Pariwisata dan Pendapatan Daerah
Pengembangan Samara Lombok juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan daerah melalui pajak dan sumber pendapatan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, pengelola menilai penguatan konektivitas udara, khususnya melalui penerbangan internasional langsung ke Lombok, menjadi salah satu kebutuhan penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
Konektivitas yang lebih baik diharapkan dapat memperluas akses wisatawan ke berbagai destinasi di Lombok Selatan sekaligus memperkuat daya saing pariwisata daerah.
Dukungan terhadap penyelenggaraan ajang internasional, termasuk MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, juga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Lombok kepada pasar wisata global.
Dengan potensi alam yang dimiliki, Lombok Selatan dinilai mempunyai peluang besar untuk berkembang sebagai kawasan pariwisata yang mampu menarik investasi sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, pengelola investasi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting agar pengembangan Samara Lombok dapat berjalan berkelanjutan, memperkuat ekonomi lokal, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Lombok Tengah dan wilayah sekitarnya.
