Nihil Kasus Super Influenza di Lotim, Warga Diimbau Terapkan PHBS
LOTIM LOMBOKita – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Timur memastikan hingga saat ini belum ada pasien yang terdeteksi positif super influenza. Meski demikian, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrrozi, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya memastikan belum terdapat kasus super influenza di Lombok Timur. Dijelaskannya secara umum penyakit yang disebabkan virus, termasuk influenza dengan berbagai jenisnya, dapat dicegah dengan meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat.
“Mempertahankan daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencukupi waktu istirahat, serta mengonsumsi makanan bergizi agar sistem kekebalan tubuh mampu melawan virus yang masuk,” ucapnya, Selasa, 30 September 2026.
Aries menjelaskan masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk, demam, pilek, atau pusing disarankan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan, baik puskesmas, klinik, maupun fasilitas kesehatan lainnya agar mendapatkan penanganan sesuai kondisi yang dialami.
“Intinya adalah kita meningkatkan daya tahan tubuh. Ketika ada virus yang masuk ke dalam tubuh, maka bisa dilawan oleh sistem kekebalan tubuh,” katanya.
Dinkes Lombok Timur juga telah menginstruksikan seluruh jajaran puskesmas untuk memperkuat langkah preemtif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat. Selain itu, tenaga kesehatan di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya dipastikan siap memberikan pelayanan apabila ada warga yang membutuhkan penanganan.
Aries mengakui pada 2025 sempat terjadi peningkatan kasus influenza, namun seluruh kasus saat itu masih dapat ditangani di tingkat puskesmas. Ia menambahkan layanan rawat inap di sejumlah puskesmas saat ini mengalami peningkatan untuk berbagai jenis penyakit, namun kapasitas pelayanan masih terkendali.
“Sejauh ini masih bisa kita tangani di puskesmas. Kalau memang sudah ada batas tertentu, baru kita lakukan rujukan,” katanya.
