Dua Nama Berebut Kursi Ketua Golkar Pujut, Siapa Dapat Mandat?

LOMBOKita — Perebutan kursi Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Pujut mulai menghangat. Dua kader, Haji Saban Idris dan Rata Wijaya, muncul sebagai bakal calon dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) XI Golkar Pujut yang digelar di JM Hotel Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu (26/9/2026).

Munculnya dua nama tersebut menambah dinamika dalam proses konsolidasi internal Partai Golkar di Kecamatan Pujut. Kendati demikian, jajaran partai menegaskan kontestasi tersebut harus tetap berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan bermuara pada penguatan soliditas organisasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PK Golkar Pujut, Lalu Mukmin Jahar, mengatakan proses Muscam telah diawali dengan Pra-Muscam bersama jajaran pengurus tingkat desa.

Pra-Muscam tersebut dilakukan sebagai bagian dari penjaringan bakal calon sekaligus untuk meminimalisir munculnya faksi-faksi di tubuh partai.

“Sebelumnya kami sudah melakukan tahapan Pra-Muscam bersama jajaran pengurus desa untuk meminimalisir faksi-faksi sehingga Golkar solid,” kata Mukmin, yang akrab disapa Miq Agong.

Dua Nama Muncul dalam Penjaringan
Dari proses Pra-Muscam tersebut, dua nama kemudian muncul dan ditetapkan sebagai bakal calon Ketua PK Golkar Pujut, yakni Haji Saban Idris dan Rata Wijaya.

Menurut Mukmin, munculnya dua kandidat menunjukkan adanya dinamika dalam proses pemilihan. Namun, hal tersebut merupakan bagian dari mekanisme organisasi.

“Alhamdulillah terjaring dua bakal calon dan telah ditetapkan serta disepakati bersama. Jadi, sedikit ada dinamika,” ujarnya.

Mukmin menegaskan, Muscam tidak hanya berorientasi pada perebutan posisi Ketua PK. Lebih jauh, forum tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk menyatukan visi dan misi kader menghadapi agenda politik mendatang.

“Musyawarah ini merupakan penguatan konsolidasi, menyatukan visi dan misi dalam menghadapi politik yang akan datang,” katanya.

Ia berharap siapa pun yang nantinya memperoleh amanah sebagai Ketua PK Golkar Pujut dapat merangkul seluruh kader dan menjaga kebersamaan.

“Siapa pun yang akan menjadi Ketua PK, kita harus tetap solid dan rasa kebersamaan antarkader harus kita tingkatkan,” tegasnya.

Nursiah: Muscam Pujut yang Kesembilan
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lombok Tengah, HM Nursiah, menyebut Muscam XI Pujut merupakan Muscam kesembilan yang telah dilaksanakan dari total 12 kecamatan di Lombok Tengah.

Dengan demikian, masih terdapat tiga kecamatan yang akan menyelesaikan agenda konsolidasi organisasi tersebut.

Nursiah mengatakan pelaksanaan Muscam menjadi bagian penting dalam penataan dan penguatan struktur Partai Golkar, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa.

Ia berharap Muscam Pujut tidak berhenti sebagai agenda formal organisasi, tetapi mampu melahirkan kepengurusan yang aktif dan solid.

“Muscam ini bukan sekadar formalitas. Kami pengurus kabupaten telah merancang dan berupaya sekuat tenaga agar Partai Golkar terus menjadi partai terdepan,” tegas Nursiah.

Struktur Lemah Akan Diperkuat
Nursiah mengatakan pergerakan masing-masing PK akan terus dievaluasi. Struktur organisasi yang dinilai masih lemah akan diperkuat, sedangkan struktur yang telah berjalan baik akan terus didorong agar semakin solid hingga tingkat desa.

“Semua PK bergerak cepat. Gerakan kecamatan ini tentu ada evaluasinya. Yang lemah kita tingkatkan, yang kuat semakin kita kuatkan untuk menyusun pengurus sampai tingkat desa,” ujarnya.

Terkait dua kandidat yang muncul di Pujut, Nursiah menyebut Haji Saban Idris dan Rata Wijaya sebagai kader terbaik yang lahir dari proses penjaringan Muscam.

Ia berharap kontestasi internal tersebut tetap berjalan dalam semangat kebersamaan sehingga tidak meninggalkan persoalan di antara kader setelah proses pemilihan selesai.

“Muscam yang luar biasa menghasilkan dua bakal calon kader terbaik. Insyaallah, siapa pun yang diberikan amanah adalah kader terbaik kita,” kata Nursiah.

Muscam XI Golkar Pujut selanjutnya menjadi bagian dari agenda konsolidasi DPD Golkar Lombok Tengah untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa, termasuk menghadapi berbagai agenda politik mendatang.

Dengan dua kandidat yang telah muncul, perhatian kini tertuju pada proses pemilihan Ketua PK Golkar Pujut. Hasil Muscam nantinya akan menentukan siapa yang mendapat mandat memimpin organisasi Golkar di Kecamatan Pujut sekaligus mengonsolidasikan kekuatan kader di tingkat bawah.