Rp 501 ,9 Juta Perputaran Ekonomi UMKM di Gelaran CFN

Keterangan foto : Wakil Bupati Lombok Timur HM Edwin Hadiwijaya ( jas hitam) saatenghadiri satu tahun CFN yang digelar di lapangan Nasional Selong.

LOTIM LOMBOKita -Asosiasi Pelaku Industri Kecil Menengah (APIKM) Lombok Timur mencatat, Perputaran ekonomi di kegiatan Car Free Night (CFN) yang digelar dua kali sebulan di lapangan Nasional Selong Lombok Timur NTB tersebut, dinilai cukup signifikan khususnya bagi UMKM. Setahun peredaran ekonomi UMKM mencapai Rp 501 , 9 juta

” selama pagelaran CFN Digelar, dengan melibatkan 57 UMKM, peredaran ekonomi UMKM cukup bagus, ” Ucap Ketua APIKM Lotim Zia Zannititah Pawana di dampingi
koordinator program CFN : Suratman Adi Prasetyo.

menurut Pawana, melihat capaian tersebut, menunjukkan CFN tidak hanya menjadi ruang hiburan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat sekitar.

kegiatan ini juga menurutntaHasil mendapat perhatian dari pemerintah daerah, pada perayaan setahun CFN, Wakil Bupati Lotim HM Edwin Hadiwijaya bersama kepala OPD dan UMKM juga turut memeriahkan.

Pawana menyebutkan, kegiatan CFN terbentuk, berawal dari gagasan sederhana untuk memberi ruang kepada UMKM agar dapat berjualan, bertemu konsumen, dan berkembang bersama.karena akan memiliki dampak besar terhadap perkembangan UMKM.

“Dikegiatan CFN ini, ternyata bukan hanya transaksi.semata, tetapi juga tumbuh pertemanan, jaringan usaha dan kolaborasi, ” Katanya, dan telah membuahkan hasil, Di balik perputaran ekonomi lebih dari setengah miliar rupiah tersebut, keberadaan produk UMKM terjual, dan membantu peningiatana ekonomi keluarga..

APIKM berharap CFN ke depan dapat berkembang menjadi ekosistem pemberdayaan UMKM dan tidak berhenti sebagai kegiatan bazar semata. Salah satu rencana pengembangannya adalah memperluas jumlah peserta serta mendorong replikasi CFN di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lombok Timur.

Wakil Bupati Lombok Timur HM Edwin Hadiwijaya juga mengapresiasi keberadaan kegiatan CFN ini, yang dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi sekaligus memberi ruang bagi kreativitas masyarakat.

” Pemkab Lotim terus mendorong agar penyelenggaraan event dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan” Ujarnya. .

sementara itu Koordinator Program CFN, Prasetyo Adi Nugroho, mengatakan CFN dibangun dengan prinsip “dari, oleh, dan untuk UMKM”. Kegiatan dilaksanakan rutin dua kali setiap bulan, setiap malam Kamis pada minggu pertama dan minggu ketiga.

“Tenant UMKM merasakan efek positif dari kegiatan ini, termasuk peningkatan pendapatan. Dampaknya juga dirasakan masyarakat sekitar, seperti juru parkir dan pelaku ekonomi lainnya. CFN juga menjadi panggung bagi talenta-talenta yang dimiliki Kabupaten Lombok Timur,” kata Prasetyo.

Menurutnya, CFN dirancang bukan sekadar tempat berjualan, tetapi sebagai ruang bersama bagi UMKM, masyarakat, komunitas, seni, budaya, dan kreativitas generasi muda.

Semangat tersebut terlihat pada perayaan satu tahun CFN yang menghadirkan beragam talenta lokal, mulai dari Drumband SDN 6 Selong, Sanggar Drestha Danastri, Hulahoop, K-POP Lombok Timur, Fashion Show http://POSELAB.ID, SHEE Cantik Salon by Surya, Solo Vocal Rossa, Teater Kidung Rinjani SMAN 3 Selong, hingga DJ Ichsan Musikal.

Dengan semangat “Car Free Night Selong — Bukan Bazar Biasa”, APIKM berharap CFN terus tumbuh menjadi ruang ekonomi dan kreativitas masyarakat serta menjadi model kegiatan yang dapat dikembangkan di berbagai wilayah Kabupaten Lombok Timur.