Lima Tahun PDAM Loteng di Bawah Bambang Supratomo, Kinerja Naik hingga Setor Dividen ke Daerah

LOMBOKita — Di bawah kepemimpinan Bambang Supratomo sebagai Direktur Utama, PDAM Lombok Tengah menunjukkan tren kinerja yang terus meningkat dalam kurun waktu 2021–2026.

Sejumlah indikator menjadi bukti capaian tersebut, mulai dari peningkatan nilai kinerja hasil audit BPKP, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan selama lima tahun berturut-turut, tingkat kepuasan pelanggan dengan predikat baik, penghargaan BUMD, hingga kemampuan perusahaan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Tengah.

Capaian tersebut menjadi salah satu alasan Bambang Supratomo kembali dipercaya memimpin perusahaan daerah itu. Bersamanya, Lalu Muhammad Luthfi atau lebih kesohor dengan panggilan Chae itu kembali dipercaya menduduki posisi Direktur Umum atau Dirum.

Sementara Lalu Sukemi Adiantara yang sebelumnya telah menjabat selama dua periode tidak kembali masuk dalam jajaran direksi.

Bambang sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama sekaligus merangkap Direktur Umum sebelum resmi diangkat sebagai Direktur Utama pada 2023 melalui proses seleksi.

Kinerja PDAM Terus Menanjak
Salah satu capaian paling terukur terlihat dari hasil audit kinerja BPKP.
Selama periode 2021–2025, kinerja PDAM Lombok Tengah berada dalam kategori sehat dan menunjukkan tren peningkatan setiap tahun.

Nilai kinerja yang pada 2021 berada di angka 2,83, meningkat menjadi 2,85 pada 2022, kemudian 2,91 pada 2023, 2,94 pada 2024, dan mencapai 3,03 pada 2025.

Kenaikan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kinerja perusahaan secara berkelanjutan di tengah tuntutan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Tak hanya dari sisi kinerja, laporan keuangan PDAM Lombok Tengah juga disebut memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) selama lima tahun berturut-turut.

Dua indikator tersebut menjadi bagian penting dalam melihat kesehatan perusahaan sekaligus penerapan tata kelola yang baik.

Pelanggan Beri Predikat Baik
Peningkatan kinerja juga berjalan beriringan dengan upaya memperbaiki pelayanan kepada pelanggan.

Hal itu tercermin dari hasil survei kepuasan masyarakat yang dilakukan sejumlah lembaga independen.

Survei LPM Universitas Mataram pada 2022, Nusra Institute pada 2024, dan Matrik Data pada 2026 sama-sama memberikan predikat baik terhadap pelayanan PDAM Lombok Tengah.
Artinya, perbaikan perusahaan tidak hanya diukur dari laporan keuangan dan indikator bisnis, tetapi juga dari pengalaman masyarakat sebagai pelanggan.

Dari BUMD Sehat hingga Penghargaan
Kinerja PDAM Lombok Tengah di bawah kepemimpinan Bambang Supratomo juga mendapat pengakuan melalui sejumlah penghargaan.
Di antaranya Top BUMD Award Bintang 4 tahun 2023, kemudian Top BUMD Award dan Top CEO BUMD 2026.

Jajaran direksi juga mendapatkan penghargaan Top Leadership dari Sky Media pada 2024 yang diselenggarakan di Hotel Truntum Bali.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari pengakuan eksternal terhadap aspek pengelolaan perusahaan, kepemimpinan, tata kelola dan inovasi pelayanan.

Berhasil Berikan Dividen untuk Daerah
Salah satu perubahan penting dalam perjalanan PDAM Lombok Tengah adalah transformasi kelembagaan dari PDAM menjadi Perumda Air Minum melalui penyusunan Peraturan Daerah.

Transformasi tersebut diikuti dengan upaya memperkuat kemandirian perusahaan.
Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan disebut telah mencapai kondisi Full Cost Recovery (FCR) dan mulai memberikan setoran dividen kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sebagai PAD.

Capaian ini menjadi tonggak penting. Sebab, sejak berdiri, PDAM Lombok Tengah sebelumnya belum mampu memberikan kontribusi dividen kepada daerah.

Kini, perusahaan tidak hanya dituntut memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

Digitalisasi hingga Satgas Ledeng

Di bidang pelayanan, sejumlah inovasi juga dikembangkan.

PDAM menghadirkan call center dan media sosial sebagai kanal pengaduan serta informasi pelanggan. Digitalisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan Geographic Information System (GIS) untuk memetakan jaringan perpipaan.

Website perusahaan dikembangkan sebagai pusat informasi sekaligus kanal pengaduan masyarakat.

Untuk mempercepat penanganan gangguan, PDAM membentuk Satgas Ledeng yang disiagakan merespons keluhan pelanggan.

Kanal pembayaran rekening air pun diperluas. Pelanggan dapat melakukan pembayaran melalui gerai Alfamart, Indomaret, e-commerce, PPOB hingga mobile banking.

PDAM juga memberikan kebijakan subsidi atau diskon rekening air bagi kelompok tertentu, termasuk rumah ibadah.


Tak Hanya Bicara Bisnis
Di bawah kepemimpinan Bambang, transformasi perusahaan juga diarahkan pada kepedulian lingkungan dan tanggung jawab sosial.

Melalui program Orang Tua Asuh Pohon, pegawai didorong menanam sekaligus merawat pohon di kawasan sumber mata air.

Sementara program PDAM Peduli diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, seperti bantuan sembako, distribusi air tangki saat kekeringan, bantuan sapi kurban di wilayah sumber mata air hingga program Sedekah Yatim Tersenyum.

PDAM juga mengembangkan training center untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia.

Seluruh sumber mata air yang dikelola perusahaan disebut telah memiliki izin Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA).

ASIK Menjadi Budaya Kerja
Berbagai program tersebut dijalankan dengan menjadikan core value ASIK sebagai bagian dari budaya kerja perusahaan.

Perjalanan lima tahun terakhir menunjukkan PDAM Lombok Tengah tidak hanya berupaya meningkatkan kinerja keuangan, tetapi juga memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga lingkungan dan memperbesar kontribusi terhadap daerah.

Kini, dengan kembali dipercayanya Bambang Supratomo sebagai Direktur Utama bersama Chae sebagai Direktur Umum, tantangan berikutnya tentu lebih besar.

Capaian yang telah diraih tidak boleh berhenti sebagai catatan prestasi.
Kinerja yang terus meningkat harus dipertahankan, kualitas pelayanan kepada pelanggan harus semakin baik, cakupan layanan perlu diperluas, dan kontribusi terhadap PAD Lombok Tengah diharapkan semakin besar.

Dengan demikian, periode kepemimpinan berikutnya bukan sekadar tentang mempertahankan posisi, tetapi menjadi momentum untuk membuktikan bahwa fondasi yang telah dibangun Bambang Supratomo bersama jajaran direksi mampu membawa PDAM Lombok Tengah tumbuh menjadi perusahaan daerah yang semakin sehat, profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta daerah. /***