Lombok Timur Peringkat Pertama, Dipastikan Dapat Program LSDP dari Kemendagri dan Bank Dunia
LOTIM LOMBOKita – Lombok Timur dipastikan menjadi satu dari 30 daerah di Indonesia yang akan mendapatkan program Local Service Delivery Project (LSDP). Hal ini menyusul capaian Lombok Timur yang berada di peringkat pertama dalam penilaian awal program tersebut.
LSDP merupakan program nasional yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Bappenas dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia. Program ini bertujuan meningkatkan layanan infrastruktur dan tata kelola persampahan di daerah.
Verifikasi lapangan tim LSDP dilakukan di Lombok Timur, Kamis (27/8/2026).
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengaku sangat bersemangat untuk menjadikan Lombok Timur sebagai wilayah yang bersih. Pemda berkomitmen memenuhi semua persyaratan agar program dapat segera dilaksanakan.
“Saya sangat bersemangat untuk bagaimana Lombok Timur ini bersih, Pak. Sangat saya idam-idamkan itu. Dan rasanya kita tidak akan pernah tenang berhenti jadi Bupati kalau tetap dia kotor,” tegas Bupati.
Bupati berharap program LSDP dapat mendukung upaya Pemda dalam pengelolaan sampah berkelanjutan serta menggerakkan ekonomi sirkular.
“Hal-hal positif yang dapat kita tarik dari sampah ini juga bisa kita hadirkan. Tidak seperti prinsip sekarang ini, sampah adalah barang kotor yang tidak ada harganya. Tentu lewat LSDP ini semua itu akan berubah. Orang mengatakan itu tidak bermanfaat, insyaallah dengan program ini akan menjadi bermanfaat,” harapnya.
Bupati juga berharap kunjungan tim dapat memberikan masukan dan koreksi untuk perbaikan. Ia kembali menekankan komitmen Pemda memenuhi berbagai ketentuan, baik dari aspek kelembagaan maupun dukungan APBD.
Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah II Kemendagri Suprayitno menyatakan kunjungan ini selain untuk verifikasi lapangan juga untuk memastikan kesiapan Pemda dan masyarakat melaksanakan program LSDP. Tim akan menyampaikan hal-hal yang masih kurang atau perlu diperbaiki.
Sementara itu Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah IV Kemendagri Paudah menekankan salah satu arah program LSDP adalah menghasilkan perubahan perilaku yang dimulai dari sekolah.
“Diharapkan anak-anak dapat membawa perubahan perilaku di keluarga,” ujarnya. Ia meyakinkan akan mendukung kesiapan dan semangat Pemda dan masyarakat Lombok Timur untuk perubahan tersebut.
Koordinator Tim Kelembagaan Pemerintah Daerah dan Pembangunan Daerah Bappenas Septaliana Dewi Prananingtyas menambahkan, kunjungan ini juga untuk mengukur dana hibah yang akan diberikan kepada Lombok Timur.
LSDP berbeda dari proyek pengelolaan sampah lainnya karena menitikberatkan pada reformasi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir yang akan mendatangkan keuntungan bagi daerah dan masyarakat. Di akhir program, target tersebut diharapkan telah tercapai. Pemda juga akan mendapat asistensi regional dan lokal.
Verifikasi ini dihadiri Sekda Lotim, Kepala Dinas LH, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, masyarakat pemerhati lingkungan, dan perwakilan masyarakat sekitar TPA Ijo Balit.
