Warga Loteng Terdampak Gempa Terima Kunci Rumah Rehab Rekon
LOMBOKita – Sebanyak 1.700 Rumah Tahan Gempa (RTG) yang diperuntukkan untuk masyarakat korban gempa yang ada di Desa Selebung Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dan 10 desa lainnya diserahkan secara simbolis kepada masing-masing perwakilan. Penyerahan tersebut dilakukan oleh Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han bersama Wakil Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri, S.Ip di Kantor Desa Selebung, Kamis (26/09/2019).
Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Danrem 162/WB dan Dandim Loteng atas antusiasme dalam memberikan pelayanan, dedikasi dan sinergitas yang dilakukan selama ini dalam menyelesaikan program rehab rekon di Loteng.
Khususnya bagaimana pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten. Untuk itu, masyarakat diharapkan tetap menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi Kamtibmas tetap terpelihara dengan baik.
“Mari kita jaga kondusifitas daerah kita agar pembangunan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.
Dijelaskannya, saat ini hampir 14. 600 lebih RTG yang sudah diselesaikan di Loteng, dengan dana sekitar 1,5 triliun. Untuk itu, pihaknya berharap pembangunan tersebut bisa diselesaikan secara merata. Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat yang masih tinggal di Huntara, agar terus berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Mengingat banyak bantuan yang akan disalurkan untuk masyarakat melalui usulan yang dilakukan ke pemerintah provinsi.
“Mudah-mudahan administrasi keuangan bisa cepat diselesaikan, agar proses pengerjaannya bisa segera kita tuntaskan,” jelasnya.
Sementara itu, Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyerahan kunci rumah rehab rekon secara simbolis bagi masyarakat terdampak gempa, baik itu rusak ringan, sedang dan berat ini memberikan kesan positif di tengah masyarakat. Hal ini juga sebagai bentuk syukur atas terselesainya pembangunan rumah-rumah masyarakat korban gempa.
“NTB sedang dalam kondisi kondusif dan merayakan kemenangannya dalam membangun RTG. Ini akan terus kita lakukan, baik di kabupaten yang ada di Lombok maupun Sumbawa,” terangnya.
Kemudian untuk RTG yang belum dituntaskan, lanjutnya, sesuai hasil rapat dengan BNPB pusat, sisa anggaran akan dicairkan pada awal bulan Oktober untuk SK terakhir.
Untuk itu, ia meminta agar Kelompok Masyarakat (Pokmas) segera mengurus administasi dan dicairkan dalam bentuk rekening Pokmas itu sendiri untuk pembangunan rumah masing-masing, baik secara swakelola maupun aplikator.
“RTG ini akan kita laksanakan sampai tuntas. Tapi untuk target pencairan administasi keuangan maksimal sampai tanggal 31 Desember 2019 mendatang,” jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya terus menekankan agar Pokmas di masing-masing daerah segera menuntaskan administrasinya. Bahkan pihaknya juga sudah meminta pihak Bank BRI untuk melakukan peningkatan pelayanan, guna mempercepat proses pencairan dana untuk masyarakat.
“Pokmas harus segera tuntaskan administrasinya. Karena bulan Oktober ini dana yang akan dicairkan cukup besar,” ujarnya.
Kemudian terkait keberadaan aplikator nakal, pihaknya telah meminta kepada Dandim, Kapolres dan Kapolda NTB untuk melakukan pendataan. Dimana nantinya setelah dilakukan pendataan, aplikator tersebut akan dipanggil dan diarahkan untuk melakukan tugasnya sesuai peraturan yang berlaku. Namun jika hal itu tidak diindahkan, maka akan diproses melalui jalur hukum karena telah melanggar aturan dari kontrak yang telah dilakukan.
“Saat ini kasus aplikator nakal yang sudah ditangani Polda NTB sekitar 16 kasus. Bahkan ini merata di semua kabupaten,” pungkasnya.
Acara penyerahan kunci rumah rehab rekon tersebut dihadiri, Wakil Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri, Dandim 1620/Loteng, Letkol Zzi Prastiwanto, BPBD Loteng, H. Muhammad, Pokmas dan warga penerima bantuan yang terdiri dari rusak ringan, sedang dan juga rusak berat.
