Waduh, Foto Pantai Pink Di Spanduk Kunker OPD dan Kades Di Lotim Ke Banyuwangi Disoal

LOMBOKita – Pengurus Asosisasi Fotografer KabupatenLombok Timur mempersoalkan mengenai mengenai foto pantai Pink yang berada di spanduk saat dibawa kunjungan study banding  ke Banyuwangi Provinsi Jawa Timur,Minggu lalu. Pasalnya foto yang dipajang pada spanduk tersebut bukan merupakan pantai Pink yang ada di Lotim,melainkan foto pantai Pink yang berada di wilayah Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur. 

Sementara dalam kunjungan itu dipimpin Asisten II Setdakab Lotim, H.Sahabudin, dengan didampingi Kepala Dinas Pariwisata Lotim, H.Mugri, sejumlah pejabat dan Kepala Desa yang masuk dalam desa wisata Lotim.

” Kok bisa foto pantai Pink dari NTT digunakan dalam foto benner spanduk yang dibawa kunjungan ke Banyuwangi,Provinsi Jawa Timur,” tegas Ketua Asosiasis Fotografer Lotim, Herman di Selong, Selasa (17|12).

Ia mengatakan memang masalah sepele terkait pencopotan pantai Pink dari daerah luar,untuk digunakan dalam spanduk dan dibawa kunjungan kerja ke Banyuwangi.

Namun tentunya kalau dilihat ini masalah besar, karena kenapa bisa sampai salah mengambil foto tempat wisata yang di cetak. Sehingga ini tentunya menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah kedepan untuk tidak terulang lagi dan asal main comot saja.

” Kenapa gak pakai foto wisata segara anak rinjani ataupun yang lain kan masih banyak lokasi potensi wisata yang bagus untuk dijadikan sampul foto dalam benner spanduk tersebut,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya mengenai salah mengambil foto pantai Pink tersebut telah menjadi bahan pembincangan di media sosial. Karena dianggap terlalu ceroboh mengambil sebuah foto wisata tanpa terlebih dahulu melihat lokasinya di mana.

Karena kalau sampai di buka sama daerah tempat melakukan study banding tersebut,kalau foto yang digunakan dalam spanduk tersebut akan menjadi pernyataan dan membuat malu nama baik daerah.‎

” Di Medsos masalah foto pantai Pink yang di benner spanduk kunjungan kerja ke banyuwangi itu menjadi pembincangan dan sorotan dari para netizen atau pemilik akunt,” tegas Herman.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Pariwisata Lotim,Dr.H.Mugni saat dikonfirmasi mengaku dirinya tidak pernah membuat spanduk,melainkan asisten dua selaku koordinator.Dan juga dirinya kurang perhatikan karena pada hari Minggu tanggal 8 Desember 2019 dirinya sudah berangkat ke Jogyakarta untuk penerimaan penghargaan desa wisata Kembang Kuning.

Dengan mendampingi Bupati, Kepala Desa Kembang Kuning dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lotim.Untuk kemudian setelah itu dirinya Hari Rabu minggu lalu berangkat ke Banyuwangi,sedangkan rombongan berangkat hari Selasa.‎

” Untuk lebih jelasnya silahkan konfirmasi ke pak Asisten 2 Setdakab Lotim selaku koordinatornya,”tegas Mugni.