Tradisi Ngejot,Pererat Silaturrahmi

LOMBOKita – Salah satu cara masyarakat Lombok  memperat silaturrahmi dengan sesama yaitu dengan melestarikan tradisi ngejot tradisi ini dilaksanakan dengan menyajikan dan berbagi makanan dengan tetangga dan sanak saudara.

tradisi Ngejot ini dilakukan oleh masyarakat desa Lenek kecamatan Lenek Kabupaten Lmbok Timur NTB,   warga berduyun duyun mengantar nampan dengan wadah dulang atau sampak (baki besar)  berisikan berbagai jenis makanan khas lebaran

“Tradisi ini dilakukan turun temurun sejak desa Lenek ini berdiri. Tradisi ngejot ini dilakukan sehari sebelum lebaran,atau setelah lebaran,”ungkap Kades Lenk Suardi.

Menurut Suardi,kata ngejot oleh warga Lenek kerab di sebut  Jot, yang artinya datang atau bersikaturrahmi.

“Warga mendatangi keluarga atau tetangga maupun kerabat  dengan membawa makanan sembari meminta maaf atas segala khilaf,” sebutnya

Disebutkan Suhardi,Tradisi ngejot ini awalnya  dilaksanakan setelah sholat idul fitri dengan membawa kain atau mukena dan berbagai jenis makanan,  namun seiring perkembangan masyarakat , tradisi ngejot dilakukan sebelum   lebaran atau sholat Idul fitris dengan alasan supaya setelah salat Idul Fitri bisa lebih banyak lagi kerabat yang bisa dikunjungi.

” sejak lima tahun lalu, tradisi ngejot oleh pemerintah desa dan masyarakat membangkitkan tradisi ini tiap tahun,” katanya.

tradisi gwnjot ini, memiliki tata cara, aeperti Dulang diantar secara simbolis kepada tokoh masyarakat yang diawali dengan wudhu untuk mensucikan diri, setelah itu baru  mendatangi kerabat maupun tetangga dekat.

” Tradisi ngejot punya makna penting bagi masyarakat yaitu untuk memperkokoh tali silaturrahmi dan momen berbagi satu sama lain,”sebut Kades,

Sehingga jalinan silaturrahni dan saling memaafkan dan berbagi makanan, semua dapat menikmati kebahagiaan dab kembali ke fitrah selaras dengan makna perayaan iedul fitri.