Lombok Timur Siap Sambut Jambore Nasional V Barisan Pemuda Adat Nusantara di Limbungan
LOTIM LOMBOKita – Insan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) akan menggelar Jambore Nasional (Jamnas) V di Wilayah Adat Limbungan dan Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada 29 Juni hingga 2 Juli 2026.
Kegiatan berskala nasional ini akan diikuti ratusan pemuda adat dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain menjadi ajang konsolidasi gerakan pemuda adat, jambore ini juga menjadi ruang untuk memperkuat perjuangan masyarakat adat sekaligus merumuskan arah gerakan BPAN selama lima tahun ke depan.
Jamnas V BPAN mengusung tema “Pemuda Adat Pulihkan Kedaulatan Masyarakat Adat untuk Menjaga Identitas dan Tangguh Menghadapi Krisis.”
Ketua AMAN Lombok Timur, Sayadi, mengatakan pemilihan Wilayah Adat Limbungan dan Perigi sebagai lokasi jambore didasarkan pada nilai sejarah, budaya, dan eksistensi masyarakat adat yang masih terjaga hingga kini. Keberadaan Rumah Adat Limbungan juga menjadi simbol kearifan lokal yang merepresentasikan identitas masyarakat adat di Lombok Timur.
“Perigi dan Limbungan merupakan komunitas masyarakat adat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), sehingga dinilai sangat representatif menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jambore Nasional BPAN,” ujar Sayadi.
Ia berharap penyelenggaraan jambore dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda adat untuk terus menjaga wilayah adat, melestarikan budaya, serta memperkuat identitas masyarakat adat di tengah berbagai tantangan zaman.
“Kita akan bantu kegiatan pemuda adat untuk menambah spiritnya sebagai pemuda yang terus bergerak menjaga wilayah adatnya, menjaga kampungnya, agar identitas kita sebagai suku bangsa tetap kuat dan lestari,” tambahnya.
Untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, panitia telah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat guna membangun sinergi serta memperoleh dukungan lintas sektor.
Ketua Umum BPAN, Hero Aprilia, menjelaskan audiensi tersebut membahas berbagai aspek teknis, mulai dari kesiapan infrastruktur, pengamanan, pelayanan kesehatan, hingga dukungan pemerintah selama pelaksanaan jambore.
“Kami membangun sinergi dengan pemerintah daerah agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan, baik infrastruktur, keamanan, pelayanan kesehatan maupun dukungan teknis lainnya dapat dipersiapkan secara maksimal,” kata Hero.
Jamnas V BPAN merupakan momentum untuk memilih Ketua Umum periode berikutnya. Sejumlah agenda lain juga telah disiapkan, di antaranya sarasehan yang membahas isu-isu strategis masyarakat adat, seperti perlindungan hak masyarakat adat, penguatan kemandirian ekonomi pemuda adat, serta gerakan pulang kampung. Sekretaris Jenderal AMAN juga dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.
Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh penyelenggaraan Jamnas V BPAN sebagai ajang promosi budaya sekaligus memperkenalkan potensi Lombok Timur di tingkat nasional.
Sementara itu, menjelang pelaksanaan kegiatan, pemuda adat di Wilayah Adat Limbungan dan Perigi terus bergotong royong mempersiapkan lokasi jambore agar siap menyambut peserta dari seluruh Nusantara.
” Kami bersyukur dipercayai sebagai tuan rumah dan menambah semangat kami untuk terus bergerak melindungi wilayah adat, dan berupaya perkuat kemandirian ekonomi pemuda adat, ” ujar Ratnijah , pemuda adat limbungan.
Ratnijah berharap melalui Jambore Nasional V BPAN, Lombok Timur diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya pemuda adat dari berbagai daerah, tetapi juga menjadi ruang belajar, bertukar pengalaman, serta memperkenalkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat adat yang tetap lestari hingga saat ini.
