TNGR dan Masyarakat Jurang Koak Agar Menahan Diri
LOMBOKita – Untuk menjaga kondusifitas, masyarakat dan petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), untuk sama sama menahan diri, jangan sampai ribut lagi, apalagi sampai menimbulkan bentrok. Pemerintah kabupaten (pemkab) saat ini, sedang berusaha mencari solusi terbaik terkait masalah ini. Dan kedua belah pihak saat ini tak boleh masuk kelokasi sengkete.
“Kedua belah pihak (masyarakat dan TNGR) agar sama sama menahan diri, jangan sampai terjadi bentrok lagi,” ungkap wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi, di dampingi Kapolres Lombok Timur AKBP Ida Bagus Made Winarta, Bakesbangpol, SatpolPP, dihadapan warga saat meninjau lokasi. Selasa (5/10).
Rumaksi juga meminta kepada pihak TNGR untuk tidak melakukan akstivitas menjalankan program di lahan yang bermasalah ini, “Kita minta TNGR tak jalankan programnya dulu di lokasi yang jadi sengketa saat ini,” ucapnya.
Menurut Rumaksi, kalau pihak TNGR masih menjalankan programnya di lokasi sengketa, apalagi pihak TNGR dalam jalankan programnnya melibatkan masyarakat setempat juga, hal ini, diminta untuk di hentikan sementara,karena karena hal itu dapat memunculkan kecemburuan dari kelompok satu dengan lainnya.
“Jangan sampai memunculkan rasa iri antara kelompok yang satu dengan yang lain,” pintanya. Dan pemkab terus berusaha mencari cari titip temu dan mencari solusi terbaik terkait permasalahan ini,
“Pemkab saat ini, sedang mencari kajian,apa yang di inginkan masyarakat dan apa yang di tawarkan TNGR, dalam kasus ini, hal ini yang akan dikaji,” sebutnya.setelah itu baru kita cari titik temu kedua belah pihak.
“Solusi terbaik pasti ada, karena tidak ada penyakit yang tak ada obatnya,” kata Wabup.cepat atau lambat solusi pasti akan ketemu, hanya menunggu waktu,
Sehngga kedua belah pihak, yaitu masyarakat dan TNGR untuk sementara agar sama sama menahan diri,jangan memunculkan gejolak lagi..
