Terjebak Longsor Di Segara Anak, Kapusdiklat LKPP Berhasil Dievakuasi
LOMBOKita – Setelah dua hari terjebak longsor di kawasan danau segara anak Gunung Rinjani, Akhirnya tim gabungan Basarnas berhasil mengevakuasi Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan (Kapusdiklat) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP) Pusat, Suharti bersama dengan dua orang stafnya asal bogor.
Dengan menggunakan pesawat heli untuk melakukan evakuasi. Dengan sudah berhasil mendarat di Sembalun,kemudian langsung diberikan pengobatan karena kondisi tubuhnya melemah.
Hal ini dibenarkan Kapolres Lotim, AKBP M Eka Fathurrahman,S.ik saat dikonfirmasi. ” Memang betul setelah dilakukan pengecekan ternyata korban yang di evakuasi menggunakan heli adalah Kapusdiklat LKPP bersama stafnya,” tegasnya.
Ia menjelaskan selain itu tujuh warga lokal juga ditemukan di gua susu atau aik kalak.Kemudian tiga Porter dan tujuh pendaki yang ditemukan diarahkan ke pelawangan.
Kemudian Kapusdiklat LKPP tersebut bersama dua orang stafnya langsung dievakuasi menggunakan heli. Sedangkan tiga orang porternya bersama tujuh warga yang ditemukan di goa susu diarahkan turun melalui pelawangan dengan dibantu Basarnas.
Selain itu,pihak tim gabungan basarnas terus melakukan penyisiran di sekitar kawasan danau segara anak maupun keatas.Guna mencari kemungkinan ada pendaki yang masih berada di sana.
” Kami pastikan nantinya kalau diatas danau segera anak tidak ada lagi para pendaki,sehingga kami lakukan penyisiran,”ujarnya.
Sementara itu, lanjut Mantan Kapolres Bima ini menjelaskan dari data yang diperoleh jumlah pendaki yang sudah turun dari atas gunung rinjani berjumlah sebanyak 1090 orang. Dengan perincian pendaki dari Warga Negara Asing (WNA) sebanyak 723 orang dan WNI sebanyak 367 orang.
” Jumlah pengunjung yang turun dari tanggal 29 s.d 31 Juli 2018 berjumlah demikian,” tandas Eka Fathurrahman.
Keterangan foto Nampak Dansat Brimob Polda NTB sedang mengevakuasi Kapusdiklat LKPP dan dua stafnya di evakuasi menggunakan pesawat heli.
