Suka Ngemil? Inilah Waktu Yang Tepat Ngemil Anda
LOMBOKita – Ngomongin ngemil, bawaannya merasa bersalah. Merasa bersalah karena melihara kebiasaan yang bikin berat badan bertambah. Budaya ngemil jajanan alias makanan kecil, tapi tinggi kalori, seperti cireng, peyek, batagor, bikin angka obesitas di Indonesia meningkat.
Emang beneran nggak boleh banget buat ngemil?
Pakar diet ternyata menyarankan agar kita makan 4-5 kali sehari setiap beberapa jam. Wuih, banyak bener! Bukannya makan biasanya 3 kali sehari?
Menurut pakar diet, memperbanyak jam makan bukan berarti porsi makannya jadi bertambah, Sob. Makan lebih sering disarankan agar energi selama sehari tetap stabil. Porsi yang dimakan selama 4-5 kali waktu makan itu pun dibuat dalam porsi yang lebih kecil. Makanan yang dimakan seharian termasuk saat ngemil harus mengandung gizi lengkap, seperti karbohidrat, protetin, serat, dan lemak.
Kapan saja sih waktu ngemil yang dianjurkan, selain makan pas waktu makan utama?
1. Pukul 10.00-10.30
Waktu makan ini disebut brunch alias makan di antara waktu makan pagi dan makan siang. Ngemil di waktu ini menjaga gula darah dan energi agar tetap stabil, apalagi kalau kita telat sarapan atau nggak makan siang. Cemilan yang dianjurkan adalah kacang-kacangan karena tinggi protein, serat, dan lemak sehat. Bisa juga ngemil roti gandum dengan irisan alpukat atau olesan keju atau selai kacang.
2. Pukul 16.00-16.30
Ngemil di waktu ini dianjurkan untuk mencegah kita berlebihan ketika makan malam. Menu cemilan yang dianjurkan adalah buah, seperti apel, pisang dengan olesan selai kacang, kurma dan keju, atau popcorn dengan sedikit lelehan butter tawar.
Secara umum menu cemilan yang dianjurkan adalah makanan yang mengandung sedikit lemak, protein, karbohidrat, dan kaya serat. Kalau cemilan yang harus dihindari adalah makanan yang terlalu manis dan gorengan. Hayo loh, Sob, kudu kontrol diri tuh kalau hobi banget makan gorengan. Cireng, combro, pisang goreng, risol, basreng, pempek, bye, bye.
