Sampah ke TPA Lotim Perhari Capai 100 Ton 

Keterangan foto: Kepala dinas LHK Lotim DR H Pathurrahman

LOTIM LOMBOKita – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Timur mencatat volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai sekitar 100 ton setiap hari.

Kepala DLH Lombok Timur, Pathurrahman mengatakan, aktivitas masyarakat menjadi faktor utama yang memengaruhi jumlah sampah di daerah tersebut.

“Kalau dasar masih menggunakan data yang kita update dari pusat, jumlah yang masuk ke TPA 100 ton per hari. Bahkan 101 ton,” kata Pathurrahman, Rabu (2/9/2026).

*Aktivitas Warga Lebih Berpengaruh dari Musim*
Menurutnya, perubahan musim memang turut memengaruhi kondisi sampah. Namun, musim kemarau tidak memberikan perubahan signifikan terhadap total volume sampah yang masuk ke TPA.

“Berdampak, tapi tidak signifikan. Justru aktivitas-aktivitas yang membuat dampak,” ujarnya.

Pathurrahman menjelaskan, masyarakat cenderung menghasilkan lebih banyak sampah ketika aktivitas meningkat. Karena itu, volume sampah tidak hanya bergantung pada perubahan musim.

Meski begitu, musim kemarau tetap membawa perubahan pada jenis sampah. Salah satunya berasal dari daun-daun kering yang banyak muncul ketika curah hujan menurun. Namun kondisi tersebut belum cukup untuk mengubah volume sampah secara signifikan.

*Imbauan 3R: Kelola Sampah dari Rumah*
Menghadapi produksi sampah yang mencapai sekitar 100 ton per hari, DLH Lombok Timur mengajak masyarakat ikut menangani persoalan tersebut dari lingkungan rumah.

Pathurrahman meminta setiap rumah tangga mulai memilah sampah organik dan nonorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos sehingga tidak perlu langsung dibuang ke TPA.

“Sampah itu menjadi tanggung jawab bersama. Akan sangat bagus kalau mulai dari rumah tangga,” katanya.

Warga juga diminta mengumpulkan sampah yang memiliki nilai daur ulang dan menggunakan kembali barang yang masih memiliki manfaat.

Pathurrahman mendorong masyarakat menerapkan prinsip 3R, yakni _reduce, reuse,_ dan _recycle_. Menurutnya, langkah tersebut dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA.

“Kita sangat mengimbau supaya tidak semua sampah dibawa ke TPA dan dibuang begitu saja. Kalau bisa, masyarakat manfaatkan kembali dan pakai kembali,” pungkasnya.