Rektor Unram Sambut Baik Wacana Pembatasan Mahasiswa Baru PTN

Rektor Universitas Mataram, Prof. H Sunarpi

Lebih lanjut, ia mengatakan jika jumlah mahasiswa yang diterima PTN dibatasi, maka Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang jumlahnya ribuan lembaga harus segera mengambil alih peran itu. Tentunya dengan cara meningkatkan mutunya, dan terjangkau secara ekonomi, sehingga menjadi pilihan tempat studi bagi lulusan SMA sederajat di Indonesia.

Sunarpi juga tidak menafikkan bahwa ada beberap PTS yang mutunya baik bahkan melebihi negeri, namun biayanya sangat tinggi dan tidak terjangkau sebagian besar masyarakat Indonesia.

Karena itu, lulusan SMA/sederajat di kota besar, bila tidak diterima PTN favorit di Indonesia, mereka memilih perguruan tinggi di luar negeri, seperti di negara ASEAN, Eropa dan Selandia Baru, atau negara maju lainnya.

“Sebab, mereka bisa mendapatkan bebas ‘tuition fee’ dan hanya membayar biaya hidup, sehingga biaya pendidikan menjadi lebih murah daripada masuk PTS favorit di Indonesia,” ucapnya pula.

Saat ini, kata dia, rakyat Indonesia sudah hidup di era globalisasi, di mana mutu dan daya saing pendidikan tinggi menjadi prasyarat utama. Jadi tidak serta merta dengan membatasi jumlah mahasiswa PTN akan menaikkan jumlah mahasiswa PTS.

Namun demikian, mutu, daya saing dan keterjangkauan biaya pendidikan, akan menjadi penentu pilihan perguruan tinggi oleh anak-anak di Indonesia.