Puasa Usai, Miras dan Asusila Tetap Jadi Atensi SatpolPP
LOMBOKita – Satuan Polisi Pamong Praja (PolPP) Kabupaten Lombok Timur, tetap dan akan selalu menjadikan peredaran miras dan asusila sebagai atensi, meski puas telah usai.
“Meski puasa sudah selesai, kasus miras dan asusila tetap jadi atensi kita,” ungkap Kepala Satuan PolPP Lombok Timur Salmun Rahmah.
Untuk kasus minuman keras (miras) menurut Salmun, peredarannya sudah mulai berkurang, sosialisasi intes dilakukan. Bahkan lokasi yang kerap dijadikan sebagai lokasi tempat minum miras ini sudah sepi, seperti penutupan tiga cafe.
“Penutupan cafe inipun, salah satu langkah menekan peredaran miras di Lotim, termasuk beberapa lokasi lainnya,” ucapnya.
Sementara terkait kasus Asusila, Salmun juga mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap lokasi lokasi yang kerap dijadikan tempat berbuat asusila (mesum) tersebut.
“Kalau kasus asusila ini, ngeri, karena tak hanya merusak pribadi, tetapi juga berdampak pada orang tua dan keluarga, dibandingkan kasus miras,” katanya.
Sehingga pihaknya terus menggencarkan patroli ke lokasi lokasi yang kerap dijadikan sebagai lokasi perbuatan asusilan (mesum) tersebut. “Ada beberapa lokasi yang jadi perhatian untuk penindakan kasus asusila ini,” jelasnya.
Disinggung terkait keterlibatan ASN yang tertangkap kasus miras dan asusila terutama saat bulan Ramadhan, menurut Salmun, nihil, “Selama ramadhan tak ada oknum ASN yang ditemukan melakukan pelanggaran di tempat tempat tertentu itu,” ujarnya.
