Pokdarwis Lotim Dualisme Kepemimpinan
LOMBOKita -Kelompok Sadar Wisata( Pokdarwis ) yang merupakan ujung tombak pembangunan pariwisata. Khususnya wisata di desa-desa. untuk di ketahui di Lombok Timur tumbuh berkembang, dengan orinsif Semakin banyam Pokdarwis semakin banyak yang gerakkan potensi wisata.
namun di sayangkan, keberadaan Pokdarwis Lombok Timur terjadi dualisme kepemimpinan.
hal ini terungkap saat gelar Musda Pokdarwis I Lotim yang di gelar di desa Timbanuh kecamatan Pringgasela Lombok Timur.
Ketua Panitia Musda Pokdarwis I Lotim, Mirzoan Ilhamdi. yang akrab di panggil Miing mengatakan melalui Musda I Pokdarwis ini diharapkan ke delpan terjalin sinergisitas dalam pembangunan pariwisata.
Musda tersebut kabarnya menjadi tandingan baru kepengurusan yang lama. Dimana informasinya pengurus lama termasuk Dinas Pariwisatabtidak dilibatkan. Kata Miinf, kegiatan Musda ini diinisiasi oleh teman pokdarwis.
Digelarnya Musda dipastikan bukan melahirkan pengurus tandingan.”Dan tidak ada dualisme Pokdarwis,” ungkap Ming. Musda ini diharapakn menjadi tonggak sejarah bagi pariwisata Lombok Timur.
kegiatan Musda I itu dikatakan Miing pertama di Lotim dan bahkan Indonesia. bahkan
Soal tantangan pariiwsata, tidak dipungkiri banyak Masyarakat yang belum sadar wisata dan belum faham sapta pesona.
sehingga menurutnya, tidak perlu saling menyalahkan dan memyudutkan. “Kita dari pokdarwis mungkin harus mempererat kerjasama dengan Dispar dan OPD lainnya,” sebutbya.
Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Dinaa Pariwisata Lotim Hadi Jayari yang dikonfirmasi menilai positif kegiatan Musda itu, melihat dari sudut pandang demokrasi pembentukan Pokdarwis melalui gelaran Musda.
” Digelatnya Musda sangat bagus, apalagi dilakukan dengan semangat berorganisasi yang cukup tinggi,” katanya.
hanya saja, menurut Hadi yang di sayangkan kegiatan Musda ini tak melibatkan Dinas Pariwisata sebagai bapak dari Pokdarwis, apalagi dalam kegiatan Musda itu dilakukan reshafel pengurus.
“kemungkinan panitia yang gelar Musda ini lupa dwngan Dispar,” katanya.
Menurut Hadi Jayari, semestinya dalam mekanisme organisasi harus melibatkan Dispar dan pengurus lama. “Namanya resuflle pengurus kan seharusnya pengurus lama dilibatkan,” ungkapnya
Ketua Forum Pokdarwis Lotim sebelumnya Zainul Padli mengutarakan hal yang sama. Ketua Forum Pokdarwis Lotim pertama ini menuturkan ia terpilih secara aklamasi saat Jambore Pokdarwis di Labuhan Haji beberapa waktu lalu.
Akan tetapi, saat musda pemilihan ketua baru yang katanya perdana digelar ini sangat disayangkan tak libatkan dirinya dan Dispar Lotim sebagai instansi yang membina. Padli pun mengaku tak hadir pada acara Musda yang digelar di Timba Nuh tersebut.
