Perang Melawan Narkoba di “Bumi Seribu Masjid”
Kian maraknya kasus penyalahgunaan narkoba juga mengundang keprihatinan Gubernur NTB T.G.H. M. Zainul Majdi. Oleh karena itu, dia mengharapkan keterlibatan para tokoh agama untuk terlibat dalam perang melawan praktik penyalahgunaan barang haram itu.
Terkait dengan sosialisasi bahaya narkoba dia mendorong tokoh agama dan adat untuk memasukan materi antinarkoba di dalam pengajian-pengajian yang diselenggarakan maupun pertemuan-pertemuan. Selain itu, penanganan peredaran narkoba harus dilakukan dari hulu.
Zainul Majdi dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa pencegahan peredaran narkoba tidak hanya bisa dilakukan di hilir saja, tetapi harus sampai ke hulu. Bahkan, tindakan yang dilakukan jangan hanya sebatas represif, tetapi harus dengan pendekatan memahamkan.
Menurut dia, peredaran narkoba di Indonesia dan khususnya di NTB makin tidak mengenal batasan sebab kalangan ekonomi menengah ke bawah bisa mengonsumsi narkoba dengan relatif mudah.
Memerangi peredaran narkoba, menurut Zainul, tidak bisa secara parsial. Namun, harus dilakukan bersama-sama sebab penyebaran peredaran narkoba kini terjadi secara masif. Hal ini termasuk keterlibatan masyarakat dalam penanganan pemberantasan narkoba.
Sejatinya komitmen bersama untuk perang terhadap penyalahgunaan narkoba di “Bumi Seribu Masjid” ini diharapkan hasilnya menggembirakan.
