Pastikan Objek Wisata Aman Bagi Wisatawan
LOMBOKita – Pemerintah daerah dan pengelola objek wisata harus memastikan keselamatan dan keamanan wisatawan baik selama perjalanan maupun ketika berada di lokasi, kata Pengamat Pariwisata Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Chusmeru.
“Pastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan, terlebih saat musim hujan seperti saat ini,” kata Chusmeru di Purwokerto, Kamis.
Dia mencontohkan, berbagai hal yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah khususnya dinas perhubungan adalah memastikan seluruh armada yang digunakan untuk transportasi wisata layak jalan.
“Masyarakat yang hendak berwisata dan pengguna jalan diimbau agar hati-hati, dan memastikan kendaraan yg digunakan layak jalan. Selain itu juga perlu adanya peringatan tentang berkendara di musim hujan,” katanya.
Dia menambahkan, kondisi jalan menuju objek wisata juga perlu diperiksa secara rutin.
“Termasuk memastikan adanya rambu-rambu di ruas jalan yang rawan kecelakaan dan menempatkan personel untuk siaga di daerah rawan kecelakaan, menuju objek wisata, khususnya di saat hujan,” katanya.
Dia juga mengingatkan, pihak terkait perlu memastikan adanya rambu-rambu batas aman bagi wisatawan.
“Baik di pantai, danau, sungai, bukit, atau pegunungan. Serta perlunya menempatkan petugas di setiap batas toleransi aman, agar wisatawan tidak melanggar,” katanya.
Dia menambahkan, setiap objek wisata yang rawan bencana dan rawan kecelakaan perlu menempatkan petugas penyelamat dan melakukan patroli “Sediakan juga sistem peringatan dini, ketika terjadi situasi bahaya di objek wisata, baik melalui sirine, pengeras suara, bendera, dan lain sebagainya,” katanya.
Selain itu, dia mengingatkan perlunya peralatan untuk pertolongan pertama, koordinasi dan kesiapan paramedis.
“Termasuk mobil ambulans yang siaga ketika terjadi musibah yang menimpa wisatawan,” katanya.
Selain itu, dia juga mendorong penyediaan area yang aman bagi para wisatawan saat hujan deras turun.
Sementara itu, menurut dia, wisatawan juga perlu dilindungi oleh asuransi selama berada di objek wisata.
“Selain itu, pengelola objek wisata juga perlu mempersiapkan mekanisme penyelesaian keluhan, apabila ada wisatawan yang dikecewakan oleh pengelola objek atau agen perjalanan wisata, karena promosi yang ditawarkan tidak sesuai dengan yang didapatkan wisatawan, karena faktor cuaca,” katanya.
