Pasca Penambahan Dapur, Berimbas banyak Sekolah Siswanya Tak Menerima MBG
LOTIM LOMBOKita – Imbas terjadinya pergeseran kuota dan pengurangan anggaran bagi dapur MBG, beberapa sekolah menjadi korban, siswa tidak lagi mendapatkan bantuan MBG tersebut . Untuk mengatasi hal tersebut. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Dikbud) Lombok Timur meminta bantuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD.
)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim M Nuruul Wathoni saat dikonfirmasi membenarkan adanya sekolah yang tak lagi siswanya mendapat Makanan Bergizi Gratis (MBG) tersebut. Dan telah meminta bantuan DPRD untuk penyelesaian masalah tersebut.
“Kami sudah sampaikan ke DPR tentang persoalan ini, dan kami berharap mereka dapat membantu kami untuk menyelesaikannya,” katanya.
Menurutnya, masalah MBG ini disebabkan oleh pergeseran kuota dan pengurangan anggaran yang menyebabkan beberapa sekolah tidak lagi menerima MBDG.
“Ada beberapa sekolah yang tidak dapat MBG karena pergeseran kuota dan pengurangan anggaran. Kami berharap DPR dapat membantu kami untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.
Wathon juga berharap DPRD dapat membantu meningkatkan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyelesaikan masalah ini.agar tidak berlarut larut
Pasalnya sekolah yang siswanya tidak lagi mendapat MBG, kerab ditanyakan para siswa.
“Kita harapkan meski ada terjadi perubahan, pemberian MBG tidak dihentikan,MBG ini sangat diharapkan para siswa, sehingga mereka dapat memperoleh gizi yang cukup untuk menunjang proses belajar mereka,” jelasnya.
Dengan demikian tidak ada siswa yang dirugikan , karena akibat dari hal ini sekolah merasa terbebani dengan siswanya yang tak lagi mendapat bantuan MBG.
“Jumlah sekolah yang tak terima MBG ini cukup banyak terutama di desa desa,” sebutnya.
Wathon juga mengaku, terhadap jumlah sekolah yang tak lagi mendapat MBG, dirinya masih melakukan pendataan karena dalam hal ini Dinas tidak dilibatkan, hingga koordinasi dengan BGNpun tidak ada.
” karena panggilan jiwa saja. Karena kita sebagai penerima manfaat. Kita lakukan jemput bola bersama UPTD,” terangnya.
