Panggung Belakang Kemenangan Zul-Rohmi
TGB Datang
Pada putaran-putaran sosialisasi dan kampanye terakhir TGB pun turun gunung bagi memback up pasangan calon Zul-Rohmi. Kedatangan TGB ini bak penolong yang datang sebagai tameng dan alat pemukul guna melunturkan semua serangan-serangan yang dialamatakan bagi pasangan Zul- Rohmi.
Memang dengan kekuatan dan ketokohan TGB yang akhir-akhir ini sedang naik daun di pentas nasional diyakini dapat menjadi penawar yang cukup efektif bagi mendorong pasangan ini untuk maju sebagai calon Gub dan wagub, sehingga jurus pamungkas ini pun dikeluarkan oleh tim pemenangan.
Performa TGB sebagai center of opinion bagi pasangan diyakini mempunyai daya dorong yang cukup tinggi bagi memobilisasi masyarakat NTB untuk bersama-sama mendukung Zul_rohmi. Betapa tidak TGB dilihat sebagai tokoh yang mempunyai integritas kebangsaan yang cukup handal oleh masyarakat NTB.
Kepercayaan masyarakat jelas didapatkan dari tingginya ferekuensi TGB menghadiri safari nasional yang akhir-akhir ini menyibukkan dirinya sebagai kepala daerah sekaligus sebagai ulama.
Seolah tidak ada waktu yang terbuang dalam rangka menhadiri berabgai undangan masyarakat dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia.
Bersamaaan dengan itu pengaruh ini terkirim dengan jelas dan cepat kepada masyarakat NTB mengingat hampir semua keluarga di Indonesia kini termasuk NTB mempunyai HP canggih dalam rangka secara online mengikuti perjalanan safari TGB.
Dari fenomena TGB menasional ada kekuatan atau modal sosial-politik terpancar mempengaruhi masyarakat bagi mengikuti anjuran-anjurannya. Belum lagi track record TGB sebagai Gubernur yang banyak prestasi, namun tetap secara sosiologis hadir sebagai ulama dalam periode sepuluh tahun kepemimpinannya.
Modal sosial ini sudah terlalu berlimpah bagi masyarakat NTB untuk menolak ajakan-ajakan TGB, sehingga yang tadinya ragu dengan pasangan Zul-Rohmi kemudian kembali bergabung. Masyarakat yang tadinya dikungkung oleh kekuatan primordial akhirnya meleleh, hancur tiada tersisa sehingga dihati mereka yang ada hanya ketokohan para calon pemimpin paslon itu sendiri ( Baca: Zul-Rohmi).
Memang terlalu aneh bagi masyarakat NTB untuk menafikan keunggulan-keunggulan pasangan Zul-Rohmi ini. Perpaduan dua orang politisi yang akademisi. Mereka boleh muda, namun syarat pengalaman dan kenyang makan asam garam.
Sebut saja Pak Zul, yang sudah tidak diragukan kehebatannya di mana jam terbangnya pun sangat padat tidak berjeda bagi menjalani peran dan fungsinya sebagai politisi sekaligus akademisi dengan jaringan merata di seluruh dunia.
Akibatnya pun kiprahnya tidak saja di pentas nasional, namun telah lama menembus batas-batas teritorial Negara-negara dan antar Benua. Tidak berlebihan lah kiranya TGB memberikan restu kepadanya agar sedapat mungkin apa-apa yang telah diletakkan olehnya selama sepuluh tahun dapat berkembang dan lebih maju lagi.
Sedangkan Ibu Rohmi sebagai politisi yang mempunyai pengalaman juga memimpin Istitusi Perguruan Tinggi di Lombok Timur dengan jaringan nya di seluruh Indonesia bahkan sampai Eropa. SDM-SDM ini tidak boleh diabaikan begitu saja oleh karena adanya alasan-alasan yang sudah mestinya dikuburkan karena kadaluarsa.
Misalnya alasan primordial sepertinya kurang tepat untuk dikedepankan pada konteks dewasa ini. Tidak pas lagi karena tentu ada beberapa alasan yang dapat diturunnkan seperti alasan intelektualitas dan alasan teknis lainnya.
Dapat diperlihatkan bagaimana dinamika di Negara-negara maju seperti AS di mana alasan primordial sudah tidak lagi menjadi topic menarik. Buktinya Obama yang berkulit hitam dari suku bangsa Afrika telah menjadi pemimpin dengan torehan-torehan prestasi sebagaimana yang ditorehkan ataupun dapat melampaui pemimpin lainnya yang datang dari kulit putih bersuku bangsa Eropa.
Tentu saja ini tidak dapat dibahas lebih jauh karena keterbatasan ruang lingkup dari tulisan ini sendiri, di mana hanya mau mengatakan bahwa jangan sampai ketokohan dua pasangan Zul-rohmi yang sudah mengambil batas-batas territorial ini direduksi oleh alasan-alasan murahan sehingga perlu kiranya TGB memback-up mereka agar dapat membuka mata hati masyarakat NTB .
Ujungnya hal itu pun terbukti dengan perolehan suara yang cukup signifikan bagi mengantarkan pasangan Zul-rohmi ke kursi Gubernur/wagub NTB untuk lima tahun ke depan. Tentu saja masyarakat NTB patut berbangga akan hal ini.
Selamat untuk pasangan Zul_Rohmi. Trims.
