NTB Usul Anggaran Rp21 Miliar Untuk Peningkatan Produksi Kakao
“Ada 1.300 hektare tanaman kakao yang sudah diberikan perlakuan sambung pucuk samping, termasuk di Kecamatan Gangga,” ujarnya.
Untuk mewujudkan kawasan coklat, pihaknya menggandeng para pakar dari perguruan tinggi untuk memberikan pendampingan teknologi budi daya kepada para petani.
Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB bersama Pemkab Lombok Utara dan pakar dari perguruan tinggi, juga akan bersinergi dalam membentuk kawasan bisnis coklat.
Husnul menambahkan para ilmuwan dari perguruan tinggi juga akan membantu mendesain model kawasan kakao yang mampu menarik orang untuk berkunjung sekaligus membeli produk jadi dalam bentuk batangan coklat.
“Kami ingin mendesain agar kawasan coklat itu nantinya menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Lombok Utara,” ujarnya.
Untuk memproduksi coklat batangan, kata dia, juga akan menggandeng perusahaan di Pulau Jawa. Hal itu dilakukan agar produk yang dihasilkan benar-benar memiliki kualitas dari sisi rasa dan kemasan. Namun merek produk tetap menampilkan nama NTB sebagai penghasil coklat.

Komentar ditutup.