Lombok Utara akan Kirim Pelajar ke Tiongkok
LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat akan mengirim pelajar dan mahasiswa ke Tiongkok untuk belajar ilmu pengetahuan dan teknologi serta bahasa sehingga memiliki kompetensi yang kuat.
Bupati Lombok Utara H Najmul Ahyar di Lombok Utara, Sabtu mengatakan rencana pengiriman pelajar dan mahasiswa tersebut merupakan kesepakatan dengan Wali Kota Haikou, pada saat mengadakan kunjungan ke Tiongkok beberapa waktu lalu.
“Ketua Perhimpunan Pelajar-Mahasiswa Tiongkok akan berkunjung ke Lombok Utara untuk melakukan seleksi,” katanya ketika mendampingi Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi bersama isterinya Hj Erica Zainul Majdi yang berwisata ke Lombok Elephant Park atau Taman Gajah Lombok di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Pemenang.
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan Pemerintah Kota Haikou sudah menandatangani nota kesepahaman. Salah satunya terkait pemberian beasiswa dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Lombok Utara yang merupakan kabupaten termuda di NTB.
Menurut Najmul para pelajar dan mahasiswa yang dikirim ke Tiongkok akan diseleksi secara ketat. Mereka akan dipilih dari kalangan yang memiliki prestasi dan kemauan untuk maju.
“Kami ingin yang dikirim adalah anak-anak yang berprestasi sehingga relatif mudah menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama yang berkaitan dengan pertanian, kelautan dan perikanan, serta pariwisata,” ujarnya.
Program peningkatan kualitas sumber daya manusia, lanjut dia sebagai upaya pemerintah daerah menyiapkan calon generasi berkualitas yang akan berkontribusi terhadap pembangunan di daerah.
Dengan memiliki sumber daya manusia berkualitas juga diharapkan akan mempermudah para investor yang masuk untuk memperoleh tenaga kerja yang terampil dan memiliki kompetensi yang kuat.
Najmul mengatakan daerahnya sudah menjadi salah satu pusat investasi. Salah satu buktinya adalah keberadaan Taman Gajah Lombok yang dibangun sejak lima tahun lalu dengan dana Rp30 miliar, namun mulai beroperasi sejak April 2017.
Sebagian besar para pekerjanya berasal dari warga lokal yang sudah dilatih menjadi pawang gajah dan keahlian lain yang terkait dengan wisata satwa.
“Di Lombok Utara juga akan dibangun Global Hub Kayangan. Proyek diperkirakan membutuhkan sekitar 300 ribu tenaga kerja profesional. jadi kami harus mempersiapkan sumber daya manusianya dari sekarang,” katanya.
