Lombok Tengah Gotong Royong Pembersihan Hadapi Pergantian Musim
LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah kini kembali membangkitkan semangat royong sejak lama membudaya di daerah itu. Terlebih menghadapi pergantian musim jelang musim hujan di akhir tahun 2019.
“Kita akan menggelar gotong royong serentak di semua desa di wilayah Kabupaten Lombok Tengah guna mengantisipasi musim hujan ini,” ungkap Wakil Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri usai membuka rapat koordinasi persiapan menghadapi pergantian musim jelang musim hujan di akhir tahun 2019 dengan seluruh Kepala SKPM di ruang rapat Tastura I Kantor bupati setempat, Selasa (3/12/2019).
Dijelaskan Wakil Bupati, kegiatan gotong royong tersebut mengambil tema “Lombok Tengah Bersih”. Pihaknya akan melibatkan semua stakholder, baik itu TNI, POLRI, ASN, Guru, Pemerintah Desa dan masyarakat. “Pelaksanaannya akan dilakukan hari Minggu (8/12) 2019,” katanya.
Bentuk kegiatannya, terang Pathul, akan melakukan gotong royong membersihkan saluran irigasi dan pembersihan lingkungan dari sampah, sehingga tidak terjadi banjir.
“Kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong tersebut dengan membersihkan lingkungan masing-masing dari sampah,” serunya.
Terpisah, Sekda Lombok Tengah, HM Nursiah menambahkan, musim penghujan saat ini akan mulai tiba, sehingga kondisi lingkungan perlu diperhatikan terutama kaitan dengan sampah. Dimana sampah yang ada di semua saluran irigasi, sungai baik itu di kota maupun di desa cukup banyak, sehingga kalau musim penghujan bisa mengakibatkan banjir.
“Persoalan sampah itu kita selesaikan dengan melakukan gotong royong secara terpadu dengan tema Lombok Tengah Bersih,” jelasnya.
Selain itu kegiatan ini juga merupakan momen untuk membangun kembali budaya gotong royong bersama masyarakat yang selama ini bisa dibilang hilang. Kemudian, dari hasil kegiatan itu pula, kedepan akan dijadikan budaya rutin oleh masyarakat. “Budaya gotong royong ini kita akan jadikan agenda rutin di semua Desa maupun kelurahan, paling tidak bisa dilakukan sekali seminggu. Dengan demikian, persoaln sampah dan banjir bisa teratasi di masing-masing desa dan kelurahan,” pungkasnya.
