Komisioner KPU Sebaiknya Mundur Jika Partisipasi Pemilih Rendah

JAPDA Minta Komisioner KPU Lotim Mundur Bila Tingkat Partisifasi Pemilih Rendah‎

LOMBOKita – Ketua Jaringan Aktivis Peduli Daerah (JAPDA) Lombok Timur, Lalu Syaparudin Aldi meminta kepada semua komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim mundur dari jabatannya kalau dalam tingkat partisipasi pemilih di Lotim rendah.

“Kalau tingkat partisipasi pemilih rendah nanti lebih baik semua komisioner KPU Lotim mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban ke publik,” pinta Syaparudin Aldi.

Apenk mengatakan mundur adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat Lotim yang harus dilakukan nantinya oleh komisioner KPU Lotim sebagai penyelenggara pemilu. Kalau dalam Pilkada tingkat partisifasi pemilih sangat rendah atau jauh dari target yang telah ditentukan KPU sendiri.

Selain itu juga dirinya melihat KPU Lotim kurang maksimal dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Lotim.Dengan terlihat hanya fokus bersosialisasi di wilayah perkotaan,sedangkan masyarakat yang berada di pelosok-pelosok Lotim kurang tersentuh dengan sosialisasi.

” Bagaimana tingkat partisifasi pemilih tinggi nantinya,kalau sosialiasasinya hanya lebih banyak di perkotaan saja,sedangkan pelosok jarang,”tegas Ketua Japda Lotim.

Sementara Ketua KPU Lotim,M.Saleh mengatakan pihaknya terus menerus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tingkat partisifasi pemilih tinggi pada Pilkada 2018 tinggi dan bisa memenuhi target yang telah ditetapkan.

” Agar bisa tercapai tingkat partisifasi pemilih yang tinggi maka sosialisasi terus dilakukan,”kilah Saleh.