Khawatir Intervensi Pusat, Disdik Minta Maaf Kepada Tanwir PKSS
LOMBOKita – Polemik keberadaan Lembaga Taman Wisata Rohani (Tanwir) Pusat Keunggulan Sang Surya (PKSS) di SMPN 6 Jonggat membuat para pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Lombok Tengah resah.
Kepala Bidang SMP, H.Jumadi misalnya, mengaku khawatir adanya intervensi pemerintah pusat dalam persoalan ini. Pasalnya, Tanwir PKSS diyakini memiliki backing orang-orang penting di pemerintahan yang tidak menutup kemungkinan bisa melakukan sesuatu yang buruk terhadap pendidikan Lombok Tengah.
Secara pribadi, Jumadi mengaku tidak bermaksud menyinggung ataupun menjelekkan Tanwir PKSS atau pihak manapun. Sorotan dirinya terhadap keberadaan Tanwir PKSS merujuk pada pernyataan tim monev dari kementerian yang dilaporkan oleh salah seorang pegawainya. Termasuk kecurigaan adanya dugaan aliran sesat, juga merupakan pernyataan tim kementerian yang kemudian disampaikan melalui media massa.
“Jadi jika dianggap Disdik sengaja mencari kesalahan Tanwir PKSS, menurutnya salah besar,” kata Jumadi.
Baca berita sebelumnya:
SMPN 6 Jonggat Diduga Tampung Aliran Sesat
Muliawan Minta PKSS Bongkar Papan Nama
Namun jika ada kritikan atau sorotan dari Disdik, menurutnya tidak perlu dipersoalkan. Sebab selaku pemilik bangunan sekolah yang ditempati, wajar jika Disdik mempertanyakan sejauhmana kegiatan yang dilakukan lembaga yang bersangkutan. Terlebih jika ada sorotan dari masyarakat, apalagi jika datang pemerintah pusat.
Sementara itu Kepala Disdik Lombok Tengah, H. Sumum, akan mengkaji ulang izin pemanfaatan gedung SMPN 6 oleh Tanwir PKSS.
Secara pribadi pihaknya mendukung keberadaan lembaga tersebut. Apalagi kegiatannya untuk mencetak tahfiz Al-Qur’an. Namun jika sampai saat ini tidak ada kegiatan, pihaknya meminta PKSS segera “angkat kaki” dan mengosongkan ruang kelas yang dipinjam itu untuk kegiatan pendidikan yang lebih bermanfaat. Seperti pelatihan guru, pengawas dan lainnya. wis
